READ.ID — Kasus kematian Julia Sinta Sangala, pelajar asal Kecamatan Gentuma, Kabupaten Gorontalo Utara, hingga kini belum menemukan titik terang. Korban ditemukan tewas di area perkebunan warga pada akhir Januari kemarin, namun hingga saat ini penyelidikan kepolisian belum menunjukkan perkembangan berarti.
Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo Utara (HPMI-GU), Setiawan Gobel, menyampaikan kekecewaan mendalam atas lambannya penanganan kasus ini.
“Sudah hampir setahun kasus ini bergulir tanpa kepastian. Aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Gorontalo Utara, belum mampu mengungkap pelaku,” ujarnya, Sabtu 29/11/ 2025.
Setiawan juga mempertanyakan kinerja Polresta Gorontalo Utara. Menurutnya, lebih dari 10 saksi telah diperiksa, namun kasus ini tetap belum terungkap.
“Sampai hari ini belum ada penetapan tersangka. Padahal keluarga sudah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian sejak hari pertama mayat ditemukan,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Setiawan menilai kinerja Polres Gorontalo Utara berjalan lamban dan tidak menunjukkan perkembangan signifikan dalam proses penyidikan. Ia menegaskan bahwa kelambanan tersebut semakin menyakiti keluarga korban yang menunggu keadilan.
“Ini nyawa manusia. Tidak bisa ditangani sekehendak hati, apalagi bergantung pada mood penyidik. Jangan hanya cepat merespons tapi lambat bekerja. Aksi cepat, kinerja lambat tidak memberi apa-apa bagi keluarga korban,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Gorontalo Utara mengenai perkembangan penyidikan kasus kematian Julia Sinta Sangala. Sementara itu, keluarga korban terus menunggu kepastian hukum atas tragedi yang merenggut masa depan anak mereka.











