READ.ID – Hilirisasi industri ayam terintegrasi di Gorontalo Utara dirancang tidak hanya sebagai proyek fisik, tetapi sebagai penggerak ekonomi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang membahas persiapan pelaksanaan groundbreaking hilirisasi industri ayam terintegrasi, yang direncanakan berlangsung pada 7 Januari mendatang.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menegaskan bahwa hilirisasi ayam terintegrasi tidak dimaknai sebatas agenda seremonial, melainkan sebagai upaya membangun ekosistem ekonomi daerah yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kami tidak hanya menyiapkan ground breaking, tetapi juga menghadirkan berbagai elemen masyarakat yang akan menunjang ekosistem hilirisasi di Gorontalo Utara, mulai dari Koperasi Desa (Kopdes), BUMDes, BUMDesma, BUMD, hingga petani, agar memiliki spirit yang sama dalam membangun hilirisasi,” ujar Thariq, Jumat 2/1/2026.
Ia menjelaskan, Pemkab Gorontalo Utara telah bergerak cepat sejak ditetapkan sebagai lokasi prioritas pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari peninjauan lapangan, pembentukan tim teknis, hingga penyusunan desain perencanaan lokasi kegiatan.
Selain persiapan teknis pelaksanaan ground breaking, Pemkab Gorut juga mematangkan skema pelibatan masyarakat agar manfaat hilirisasi dapat dirasakan secara langsung, khususnya dalam mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Sekretaris Daerah, Sofian Ibrahim, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek nasional tersebut. Ia menegaskan bahwa Gorontalo Utara menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan hilirisasi industri ayam terintegrasi.
“Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan dukungan penuh agar Gorontalo Utara dapat menjadi pusat pengembangan industri ayam terintegrasi di wilayah Provinsi Gorontalo,” tegasnya.











