READ.ID – Salah satu upaya untuk mengurangi risiko terjadinya bencana alam, khususnya banjir dan genangan yang kerap terjadi saat musim hujan adalah mitigasi penanganan sampah.
Untuk itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo, Dandy Datau mendorong semua pihak untuk melakukan mitigasi penanganan sampah.
Ia menjelaskan, penumpukan sampah di saluran atau drainase, sungai, dan kawasan permukiman padat menjadi salah satu faktor utama penyebab terhambatnya aliran air.
Kondisi tersebut, menurut Dandy, berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Kota Gorontalo.
“Mitigasi bencana tidak hanya dilakukan saat keadaan darurat, tetapi harus dimulai dari pencegahan. Pengelolaan sampah yang baik merupakan salah satu langkah penting untuk menekan risiko banjir,” ujarnya.
Maka dari itu, BPBD Kota Gorontalo, kata Dandy Datau, akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta unsur masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kegiatan mitigasi dilakukan melalui pemantauan titik rawan banjir, kerja bakti pembersihan saluran air, serta edukasi kepada masyarakat tentang dampak sampah terhadap potensi bencana,” ujar Dandy.
Dandy juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai dan drainase, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, upaya mitigasi penanganan sampah dapat berjalan optimal sehingga mampu mengurangi risiko bencana dan menciptakan lingkungan kota yang aman, bersih, dan sehat,” tandas Dandy ketika ditemui pada saat penanganan pohon tumbang di Kelurahan Bugis dan Limba U II, Jumat (9/1/2026).











