READ.ID – Komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan terus digeber. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), berbagai langkah strategis disiapkan untuk memastikan sektor perikanan, mulai dari budidaya hingga pemasaran, bergerak selaras dalam mendukung program Agromaritim Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.
Penguatan arah kebijakan tersebut dibahas dalam Rapat Tematik Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) yang digelar pada Selasa (20/1/2026) di Ruang Rapat DKP Provinsi Gorontalo.
Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menegaskan bahwa pengembangan sektor perikanan ke depan tidak lagi cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah serta memperkuat posisi nelayan dan pembudidaya dalam rantai ekonomi.
“Budidaya, pengolahan, dan pemasaran harus terhubung. Inilah cara kita mendorong peningkatan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi), sekaligus menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Aryanto.
Pada tahun ini, DKP terus memfokuskan pengembangan kebun bibit rumput laut ramah lingkungan sebagai upaya mengatasi kelangkaan bibit pada musim tanam, dengan memperluas dan menambah lokasi kebun bibit di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Anggrek dan Ponelo Kepulauan.
Sementara itu, di sisi hilir, DKP juga memperkuat sektor pengolahan dan pemasaran melalui berbagai program, di antaranya bantuan ikan untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), pembinaan mutu dan keamanan hasil perikanan, pengadaan motor ber-cool box dan chest freezer, serta optimalisasi penyebaran informasi harga ikan berbasis media sosial dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan kekinian.
Melalui langkah terpadu dari hulu hingga hilir tersebut, DKP Provinsi Gorontalo optimistis sektor kelautan dan perikanan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus pilar utama dalam mewujudkan Agromaritim Gorontalo yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.











