READ.ID — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo bersama jajaran melakukan peninjauan aset milik Pemerintah Provinsi Gorontalo yang berada di Desa Tabulo, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Kamis (22/1/2026).
Peninjauan tersebut meliputi gedung, tanah, serta sarana dan prasarana, seperti Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Tabulo, Pabrik Es Tabulo, dan sejumlah aset penunjang lainnya.
Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat langsung kondisi aset serta potensi pengembangannya. Dari hasil pemantauan, Kepala Dinas bersama tim teknis mencatat sejumlah fasilitas yang masih layak untuk direvitalisasi dan dikembangkan guna menunjang kegiatan produksi perikanan, pelayanan kepelabuhanan dan nelayan, serta mendukung pengembangan kawasan agromaritim yang terintegrasi.
Optimalisasi pemanfaatan aset tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kelautan dan perikanan. Pemanfaatan aset untuk peningkatan PAD ini merupakan salah satu pilar utama kebijakan Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, yang dijalankan secara terintegrasi dengan dua pilar lainnya, yakni penguatan inclusive fishing dan pengembangan blue economy.
“Peningkatan penerimaan PAD melalui optimalisasi aset dan aktivitas usaha kelautan dan perikanan merupakan salah satu pilar utama kebijakan kami. Pilar ini kami jalankan secara terpadu dengan inclusive fishing yang memastikan nelayan dan pembudidaya terlibat serta mendapat manfaat, serta blue economy yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto.
Dari sisi perencanaan kawasan, lokasi tersebut sebelumnya telah disurvei oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk diusulkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), salah satu program strategis nasional. Namun demikian, mengingat status kepemilikan lahan berada di bawah penguasaan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui DKP, diperlukan koordinasi lanjutan agar pengembangan kawasan dapat dilaksanakan secara terpadu dan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan agromaritim yang menjadi program unggulan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.
Pengembangan kawasan ini diarahkan agar selaras dengan program unggulan pembangunan agromaritim Pemerintah Provinsi Gorontalo yang menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Letak kawasan yang berdekatan dengan pusat riset dan penyuluhan perikanan membuka peluang sinergi program dalam pemberdayaan masyarakat serta pengembangan usaha kelautan dan perikanan.
Pemanfaatan aset akan difokuskan pada pengembangan budidaya rumput laut dan budidaya ikan laut dengan sistem karamba jaring apung. Pengembangan tersebut didukung oleh kondisi kesuburan perairan pesisir Mananggu yang dinilai sangat potensial serta keberadaan sarana penyuluhan perikanan yang berperan dalam transfer pengetahuan dan teknologi budidaya kepada masyarakat.
Saat ini, telah dilaksanakan kegiatan kaji terap budidaya polikultur pada beberapa tambak dengan komoditas bandeng, bubara, dan rumput laut melalui dukungan program desa cerdas dari pemerintah pusat. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan secara komersial guna meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pendapatan nelayan dan pembudidaya, serta memperkuat kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap perekonomian daerah dan peningkatan PAD.











