READ.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) melakukan rangkaian konsultasi dan koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia guna memperkuat dukungan pusat terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan daerah.
Konsultasi tersebut dipimpin oleh Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, dan dilaksanakan dengan melibatkan sejumlah unit kerja di lingkungan KKP, antara lain Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, serta Direktorat Kelautan.
Pembahasan dengan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan difokuskan pada upaya penguatan hilirisasi dan peningkatan daya saing produk perikanan Gorontalo. Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan pentingnya pengembangan infrastruktur rantai dingin (cold chain) melalui pembangunan pabrik es, cold storage, serta dukungan sistem logistik berpendingin. Dalam kesempatan tersebut, DKP Provinsi Gorontalo juga mengkonsultasikan proposal bisnis pembangunan pabrik es portabel untuk mendukung sentra-sentra nelayan di wilayah pesisir.
“Hilirisasi menjadi perhatian utama kami. Gorontalo memiliki potensi besar di sektor perikanan, tetapi harus ditopang dengan infrastruktur dan standar mutu agar nilai tambahnya benar-benar dirasakan nelayan,” ujar Aryanto.
Selain hilirisasi, pembahasan juga mencakup penerapan jaminan mutu dan keamanan pangan, khususnya bagi produk UMKM perikanan. KKP menekankan pentingnya sertifikasi kelayakan pengolahan sebagai prasyarat peningkatan akses pasar dan ekspor produk perikanan.
Koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap diarahkan pada penguatan Program Kampung Nelayan Merah Putih di Provinsi Gorontalo. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik kawasan pesisir, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara terintegrasi.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Direktorat Kelautan KKP, Pemprov Gorontalo membahas penguatan sinergi pelaksanaan Program SEBASA (Laut Bebas Sampah). Program ini diarahkan untuk melibatkan nelayan dan masyarakat pesisir sebagai aktor utama dalam pengurangan sampah laut, sekaligus memberikan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah pesisir.
Rangkaian konsultasi di KKP juga membahas dukungan terhadap pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. KKP mendorong agar ajang tersebut dimanfaatkan sebagai etalase transformasi teknologi perikanan, termasuk penerapan sistem budidaya modern, inovasi teknologi penangkapan, serta peningkatan standar mutu produk perikanan.
Menurut Aryanto, kunjungan lintas direktorat ini penting untuk memastikan kesiapan program secara menyeluruh. “Kami ingin memastikan seluruh program yang dilaksanakan di Gorontalo mendapat dukungan teknis dan kebijakan dari KKP, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh nelayan,” katanya.
Melalui rangkaian konsultasi lintas unit kerja ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap sinergi dengan KKP dapat mempercepat penguatan sektor kelautan dan perikanan daerah secara terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga keberlanjutan lingkungan laut.











