READ.ID – Penyelidikan dugaan aktivitas tambang PT PETS yang disebut warga Pohuwato sebagai penyebab banjir pada awal Desember 2025 mendapat perhatian serius dari Kapolda Gorontalo dan Gubernur Gorontalo.
Pemerintah dan kepolisian sepakat untuk mengusut persoalan ini secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo Kombes Pol. Dr. Maruly Pardede menyampaikan bahwa laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti melalui pembentukan tim khusus.
“Tim ini terdiri dari Subditipiter Polda Gorontalo, kemudian ada instansi-instansi terkait yang memang ditunjuk bapak gubernur untuk bersama-sama melakukan pengecekan TKP,” jelas Maruly pada media, Senin (10/02/2026).
Instansi yang ikut turun ke lapangan antara lain Balai Besar Wilayah Sungai Sulawesi II, Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai, Dinas ESDM, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Gorontalo. Selain itu ada juga Kesatuan Pengelolaan Hutan Pohuwato serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam.
Dari kalangan kampus, tim melibatkan Pusat Studi Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Gorontalo, dan Universitas Ichsan Pohuwato. Beberapa perwakilan masyarakat juga dilibatkan untuk menjaga transparansi.
Lebih lanjut, Maruly menjelaskan tim telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan mengumpulkan berbagai alat bukti. Petugas memeriksa keterangan saksi, dokumen pengelolaan lingkungan, serta kondisi lapangan di area perusahaan PT PETS, PT PBT, dan PT GSM.
Dari hasil pemeriksaan sementara, para ahli belum menemukan dugaan tindak pidana, baik karena kelalaian maupun kesengajaan dari pihak perusahaan yang berkaitan langsung dengan banjir di Kota Marisa.
Kesimpulan itu diambil setelah mencocokkan temuan lapangan dengan dokumen resmi perusahaan.











