READ.ID – Polda Gorontalo melalui Direktorat Lalu Lintas telah menyelesaikan Operasi Keselamatan Otanaha Tahun 2026. Operasi ini resmi selesai pada Minggu, (15/02/2026)
Dirlantas Polda Gorontalo, Lukman Cahyono, mengatakan hasil analisis dan evaluasi menunjukkan pelaksanaan operasi tahun ini lebih baik dibandingkan tahun 2025.
“Alhamdulillah terlaksana dengan lancar sesuai yang telah direncanakan. Terlaksana mulai tanggal 1 sampai tanffal 14, ya selama 14 hari, berakhir kemarin tanggal 15 Februari 2026,” jelasnya pada media, Kamis (19/02/2026).
Lebih lanjut Lukman mengungkapkan, selama operasi, ada tiga jenis kegiatan yang dilakukan, yaitu preemtif (sosialisasi dan edukasi), preventif (pencegahan), dan penegakan hukum. Untuk kegiatan sosialisasi dan edukasi, baik secara langsung maupun lewat media sosial dan media elektronik, jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu.
Kegiatan preventif seperti pengaturan lalu lintas, penjagaan, patroli, serta kehadiran personel di titik rawan kecelakaan dan kemacetan juga meningkat. Anggota dinilai aktif turun ke lapangan selama operasi berlangsung.
Hasilnya, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan. Tahun ini tercatat 10 kasus kecelakaan, turun dari 12 kasus pada tahun 2025.
Jumlah korban meninggal dunia juga menurun. Tahun 2026 ada tiga korban meninggal, sementara tahun 2025 ada lima orang. Korban luka berat turun dari tiga orang menjadi satu orang, dan luka ringan dari 15 orang menjadi 14 orang.
Kerugian material juga turun cukup besar. Tahun ini total kerugian sekitar Rp20.200.000, sedangkan tahun 2025 mencapai Rp123.000.000.
Secara umum, Operasi Keselamatan Otanaha 2026 dinilai berhasil karena angka kecelakaan dan dampaknya menurun. Operasi ini juga menjadi persiapan menjelang Operasi Ketupat untuk pengamanan Idul Fitri, agar petugas bisa lebih fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat.











