READ.ID – Pemerintah Kota Gorontalo menyoroti dua hal penting dalam rapat koordinasi dan evaluasi program pemerintahan, yaitu pendataan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu serta dukungan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pendataan ulang tenaga P3K paruh waktu dinilai perlu dilakukan untuk memastikan siapa saja yang benar-benar aktif bekerja. Langkah ini juga berkaitan dengan upaya peningkatan kesejahteraan bagi tenaga yang menjalankan tugas dengan baik.
Sekretaris Dewan Kota Gorontalo, Nur Rahman Monoarfa, mengatakan di Sekretariat DPRD terdapat sekitar 51 tenaga P3K paruh waktu. Seluruh tenaga tersebut rencananya akan didata kembali.
Menurutnya, pendataan ini bertujuan untuk melihat keaktifan para pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari. Dengan begitu, kebijakan yang diambil nantinya bisa lebih tepat.
“Di saya itu mmemang ada kurang lebih 51 orang P3K paruh waktu. Itu harus didata yang aktif dalam bekerja,” jelasnya pada media, Rabu (11/03/2026).
Selain soal P3K, rapat tersebut juga membahas upaya meningkatkan PAD. Seluruh OPD diminta mendukung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam mengoptimalkan penerimaan daerah.
Salah satu bentuk dukungan yang pernah dilakukan adalah pengawasan terhadap rumah makan sebagai objek pajak daerah. Sekretariat DPRD juga siap membantu dalam pengawasan tersebut.
Nur Rahman juga menyebut Bapenda saat ini masih kekurangan pegawai. Karena itu, OPD diminta membantu dengan menempatkan aparatur yang bisa mendukung peningkatan PAD.
Ia menambahkan, jika diperlukan Sekretariat DPRD juga bisa mengirimkan pegawai untuk membantu Bapenda.
Namun, pegawai yang dikirim harus memiliki kemampuan yang sesuai agar bisa bekerja dengan baik.











