Tutup Koko’o 2026, Pemkot Gorontalo Komitmen Jaga Tradisi Religi

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Suasana religius bercampur antusiasme masyarakat menyelimuti kawasan Bundaran Tugu Saronde pada Kamis malam (19/03/2026). Pemerintah Kota Gorontalo secara resmi melepas iring-iringan Koko’o (ketuk sahur) terakhir dalam rangkaian bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Acara ini menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah dan pemuda kreatif dalam menjaga tradisi leluhur.

Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, yang hadir langsung untuk melepas kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi panitia pelaksana. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengabdian masyarakat yang bernilai ibadah.

“Pemerintah Kota Gorontalo sangat mencintai semangat adik-adik dan masyarakat. Membangunkan sahur adalah amalan yang dijanjikan pahala oleh Allah SWT. Kami berharap masyarakat Kota Gorontalo terus terbiasa dan meramaikan tradisi Koko’o ini setiap tahunnya,” ujar Indra Gobel di hadapan ribuan peserta.

Beliau juga memaknai turunnya hujan sebelum acara dimulai sebagai simbol keberkahan dan kesejukan bagi seluruh warga kota di penghujung Ramadan. Di bawah kepemimpinan pemerintah saat ini, kegiatan bernuansa lokal seperti Koko’o terus didorong untuk menjadi daya tarik wisata religi yang terorganisir dengan baik.

Ketua Panitia Koko’o Gorontalo, Mohamad Fikram Idurs, melaporkan bahwa eksistensi komunitas ini telah memasuki tahun ke-12 sejak didirikan pada 2014. Keberhasilan acara tahun ini ditandai dengan ludesnya 1.000 buah kentongan bambu yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Kami rutin melaksanakan event besar di awal dan akhir Ramadan. Dukungan dari Pemerintah Kota, khususnya kehadiran Bapak Wakil Wali Kota, serta pengamanan dari pihak terkait sangat berarti bagi kami untuk tetap konsisten menjaga tradisi ini,” ungkap Fikram.

Tepat pada pukul dini hari, Wakil Wali Kota Indra Gobel melepas secara resmi rombongan Koko’o dengan menyuarakan basmalah. Suasana seketika bergemuruh oleh suara ketukan bambu yang serempak, menciptakan harmoni khas Gorontalo yang memecah keheningan malam.

Pemerintah Kota Gorontalo berharap, melalui kegiatan yang tertib dan aman ini, persatuan antarwarga semakin erat. Penutupan Koko’o 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah pengawalan Pemkot, tradisi lokal mampu bertransformasi menjadi kegiatan yang masif, edukatif, dan penuh keberkahan.

Baca berita kami lainnya di