Tak Berhenti di Seremoni, Om Dade Tutup Pasar Senggol dengan Aksi Nyata hingga Bersihkan Sampah

Tak Berhenti di Seremoni, Om Dade Tutup Pasar Senggol dengan Aksi Nyata hingga Bersihkan Sampah
Tak Berhenti di Seremoni, Om Dade Tutup Pasar Senggol dengan Aksi Nyata hingga Bersihkan Sampah (Foto: Udi)
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Bukan sekadar soal ramainya pengunjung atau derasnya transaksi, Pasar Senggol Kotamobagu 2026 justru dikenang karena satu hal, panitia yang tak pulang sebelum sampah terakhir diangkut.

Di saat banyak penyelenggara berhenti pada seremoni pembukaan, Pasar Senggol tahun ini menghadirkan wajah berbeda. Di bawah kepemimpinan Sarjan Korompot, atau yang akrab disapa Om Dade, konsep leadership by action benar-benar dijalankan—bukan dari balik meja, tetapi langsung di lapangan, dari awal hingga akhir.

Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah, saat aktivitas pasar mencapai puncaknya, Sabtu dini hari (21/03/2026), Om Dade justru memilih menyusuri lapak-lapak pedagang. Tanpa protokoler, ia berdialog langsung, mendengar keluhan, dan menangkap realita yang selama ini kerap luput dari penyelenggara.

“Agar kita tahu kondisi sebenarnya di lapangan. Saya ingin pedagang dapat rezeki, pembeli juga bahagia,” ujarnya.

Langkah ini menjadi pembeda. Di tengah membludaknya pengunjung dari Bolaang Mongondow Raya hingga Minahasa Selatan, perputaran ekonomi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, terlihat dari padatnya transaksi di hampir seluruh lapak.

Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku merasakan langsung perbedaan pendekatan tersebut.

“Biasanya kami hanya diminta jualan, selesai ya sudah. Tapi kali ini panitia benar-benar turun, bahkan sampai urus sampah. Kami merasa dihargai,” ungkapnya.

Ia bahkan berharap ke depan penyelenggaraan pasar senggol tetap dipercayakan kepada figur yang sama.

“Kalau bisa tahun depan tetap ke Om Dade. Karena kami pedagang merasa diperhatikan, bukan hanya saat buka, tapi sampai selesai,” tambahnya.

Namun ujian sesungguhnya datang setelah euforia usai.

Pada hari kedua Lebaran, Ahad (22/03/2026), saat sebagian besar aktivitas telah berhenti dan lokasi dipenuhi sisa-sisa keramaian, Om Dade kembali turun. Bukan untuk menerima pujian, melainkan memimpin langsung pembersihan sampah yang menggunung.

Tumpukan plastik, sisa kemasan, dan sisa makanan yang berserakan di seluruh area eks RSUD Datoe Binangkang tak dibiarkan berlama-lama. Panitia bergerak cepat, mengangkut sampah dengan estimasi volume mencapai 2 hingga 3 ton satu per satu dengan mengerahkan dua unit dump truck.

“Ini aset Pemkot Kotamobagu. Kami bertanggung jawab mengembalikannya dalam kondisi lebih baik dari saat dipinjam,” tegasnya.

Aksi ini menjadi penegasan bahwa kepemimpinan tidak berhenti saat acara selesai. Justru di titik itulah tanggung jawab diuji.

Enu Paputungan, warga Mongkonai, menilai apa yang dilakukan panitia sebagai standar baru yang patut dicontoh.

“Biasanya menunggu pemerintah turun membersihkan. Tapi ini panitia langsung bergerak. Ini harus jadi contoh,” ujarnya.

Aji Manoppo, warga Kotamobagu, juga mengapresiasi keberadaan pasar senggol yang menurutnya bukan hanya tempat transaksi, tetapi tradisi yang hidup.

“Kalau tidak ada, terasa kurang. Di sini lengkap dan harganya terjangkau,” katanya.

Apresiasi turut datang dari Pemerintah Kota Kotamobagu. Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, memberikan apresiasi kepada om Dade bersama panitia Pasar Senggol Bersahabat atas suksesnya penyelenggaraan pasar yang membludak jelang Idul Fitri.

Di balik kesuksesan ini, tersimpan satu pesan yang lebih besar, Pasar Senggol tahun ini bukan hanya tentang perputaran ekonomi rakyat, tetapi tentang standar baru dalam penyelenggaraan; bahwa tugas panitia tidak selesai saat lampu dipadamkan, melainkan saat dampak terakhir benar-benar dituntaskan.

Baca berita kami lainnya di