Adhan Dambea Bongkar Mafia Obat di RS Aloe Saboe dan Otanaha: Beli Harga 20%, Tagih 100%!

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Sebuah skandal besar yang diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun di lingkungan rumah sakit daerah akhirnya tercium ke publik.

Adhan Dambea secara tegas menyatakan akan mengusut tuntas praktik “” yang terindikasi terjadi di dan .

Hal ini diungkapnya dalam rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) bersama OPD dan Lurah, 25/03/2026 di Bele Li Yilandia.

Dalam sebuah pernyataan terbaru, terungkap bahwa terdapat permainan kotor antara pihak vendor dengan oknum rumah sakit dalam pengadaan obat-obatan.

Modusnya terbilang licin vendor menjual obat yang masa kadaluarsanya tinggal menyisakan waktu 6 bulan dengan harga hanya 20% dari harga asli.

Namun, alih-alih memberikan penghematan bagi daerah, oknum di rumah sakit justru menagihkan pembayaran sebesar 100% alias harga penuh kepada kas rumah sakit.

“Jadi kalau harganya 1 miliar, keuntungan mereka bisa sampai 800 juta. Itu yang terjadi,” tegas Adhan menggambarkan besarnya potensi kerugian negara akibat praktik tersebut.

Praktik yang disebut sebagai aksi kongkalikong ini diduga bukan barang baru, melainkan sudah berjalan selama bertahun-tahun. Adhan mencium adanya kerja sama erat antara vendor dengan pihak internal rumah sakit yang sengaja mencari keuntungan pribadi di atas kebutuhan medis masyarakat.

Bahkan, terdapat indikasi keterlibatan oknum yang memiliki jaringan apotek pribadi di lokasi strategis, seperti di depan rumah sakit dan pusat perbelanjaan, yang diduga berkaitan dengan lingkaran aliran obat tersebut.

Tak main-main, telah meminta pihak Inspektorat untuk segera melakukan audit menyeluruh dan memproses masalah ini secara hukum.

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat, termasuk vendor, harus diperiksa dan diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Sebagai langkah awal pembersihan, sejumlah oknum telah dicopot dari jabatannya.

Keputusan memindahkan mereka ke Dinas Kesehatan (Dinkes) dan bukan ke bagian umum dilakukan dengan pertimbangan strategis agar para oknum tersebut tidak terus membocorkan informasi atau menghambat proses investigasi yang sedang berjalan.

“Ini penyakit yang harus kita tertibkan. Saya minta Inspektorat proses hukum, serahkan ke aparat penegak hukum,” tutup Adhan dengan nada bicara yang lugas.

Baca berita kami lainnya di