READ.ID – Remaja muda di Kecamatan Kota Tengah ikut meramaikan malam Tumbilotohe dengan mempersiapkan ratusan lampu botol yang dinyalakan serentak di Lapangan Kelurahan, Dulalowo Timur, Kota Gorontalo.
Tradisi ini bukan hanya untuk memperindah lingkungan, tetapi bentuk keterlibatan anak-anak muda dalam menjaga budaya masyarakat Gorontalo.
Koordinator Remaja Muda Masjid Al-Ikhlas, Rizky, mengatakan bagi anak muda Tumbilotohe bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga budaya yang harus dijaga.
“Bagi torang, ini sebuah budaya yang torang harus lestarikan. Apalagi zaman sekarang kan orang itu paling banyak pakai lampu listrik,” ungkapnya pada media, Senin (16/03/2026) Malam.
Menurut Rizky, penggunaan lampu botol menjadi salah satu ciri khas Tumbilotohe. Lampu-lampu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna simbolis dalam tradisi masyarakat Gorontalo.
Secara turun-temurun Tumbilotohe dimaknai sebagai malam untuk menerangi jalan menuju masjid menjelang Idulfitri. Karena itu, pemasangan lampu dianggap sebagai bentuk semangat masyarakat dalam menyambut hari kemenangan.
Selain menjaga budaya, kegiatan ini juga menjadi tempat bagi anak muda untuk berkreasi. Tahun ini mereka membuat konsep seperti buku terbuka yang melambangkan Alquran, meskipun dibuat sederhana karena keterbatasan tempat dan jumlah lampu.
Untuk mewujudkan konsep tersebut, para remaja masjid mulai melakukan berbagai persiapan sejak beberapa minggu lalu. Rizky mengatakan persiapan kegiatan ini sudah dilakukan sejak tiga minggu lalu.
“Kalau persiapan itu, kami itu ada waktu 3 minggu karena kan ada surat edaran dari wali kota juga untuk mempersiapkan apa dulu pasang lampu ini,” tambahnya.
Lebih lanjut Rizky mengungkapkan, kegiatan ini melibatkan tiga remaja masjid di Dulalowo Timur, yaitu Remaja Muda Masjid Al-Muhajirin, Al-Hidayah, dan Asy-Syifa. Mereka bekerja sama untuk menghias lapangan dengan lampu-lampu.
Ia juga menjelaskan, dana kegiatan ini berasal dari berbagai pihak. Selain dari masyarakat sekitar, ada juga bantuan dari beberapa pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut.
Tahun ini panitia menargetkan sekitar 500 lampu botol yang akan dipasang. Namun sampai sekarang baru sekitar 400 lampu yang terpasang karena masih ada kendala pada sumbu dan minyak tanah.











