READ.ID – Bandara Djalaluddin Gorontalo resmi menerapkan Kawasan Non-Tunai sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi digital sistem pembayaran di Provinsi Gorontalo.
Penerapan tersebut dilaunching pada Senin (21/9/2026) dan mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie. Menurutnya, pembayaran non-tunai melalui QRIS maupun layanan elektronik memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi.
“Pembayaran non-tunai memberikan kemudahan yang sangat besar bagi masyarakat. Transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan tepat, karena kita tidak lagi dipusingkan dengan persoalan uang kembalian,” ujar Idah.
Ia mengatakan, penggunaan transaksi non-tunai di Gorontalo terus berkembang, baik di pasar maupun di kalangan pelaku UMKM.
Karena itu, Idah berharap sosialisasi dan edukasi mengenai pembayaran digital terus dilakukan, termasuk kepada masyarakat yang baru pertama kali menggunakan layanan non-tunai di bandara.
“Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kita karena di era digital seperti sekarang, kita harus menyesuaikan diri dari pembayaran tunai menuju pembayaran non-tunai. Masyarakat juga perlu terus diberikan pemahaman agar semakin terbiasa menggunakan layanan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana menjelaskan, pembangunan Kawasan Non-Tunai bukan sekadar menyediakan merchant yang menerima pembayaran digital, tetapi membangun ekosistem transaksi non-tunai secara menyeluruh.
Di Bandara Djalaluddin, pembayaran non-tunai telah tersedia melalui QRIS dan kini diperluas pada layanan parkir menggunakan QRIS maupun uang elektronik.
“Yang kita bangun bukan hanya merchant yang bisa bertransaksi secara non-tunai, tetapi ekosistemnya. Kita mendorong seluruh pelaku kegiatan ekonomi untuk secara bertahap melakukan transformasi dari transaksi tunai menuju transaksi non-tunai,” jelas Bambang.
Menurut Bambang, bandara merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi yang tidak hanya melayani pergerakan penumpang, tetapi juga pergerakan barang dan berbagai kegiatan usaha.
Penguatan ekosistem pembayaran non-tunai di bandara diharapkan dapat memberikan dampak bagi sektor pariwisata, travel agent, transportasi, taksi bandara, UMKM, hingga layanan tiket.
“Launching ini menjadi simbol modernisasi dan diharapkan memberikan multiplier effect bagi dunia usaha di Gorontalo, sekaligus mendorong transaksi yang lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Kepala BPS Provinsi Gorontalo, perwakilan Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Usai kegiatan, Wakil Gubernur Idah bersama Kepala Perwakilan BI Gorontalo turut mencoba secara langsung penggunaan kartu uang elektronik untuk melakukan transaksi saat melewati pos parkir Bandara Djalaluddin.











