Bangun Karakter Birokrasi, Thariq Luncurkan Delapan Budaya ASN Bercahaya

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, bersama Wakil Bupati Nurjana Hasan Yusuf secara resmi meluncurkan delapan nilai “Budaya ASN Bercahaya” sebagai pedoman perilaku aparatur sipil negara (ASN) dalam pelayanan publik maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Peluncuran tersebut dilaksanakan pada pembukaan kegiatan Motabi Kambungu dan dijadikan momentum penguatan etika pelayanan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab lingkungan sebagai identitas ASN Gorontalo Utara.

Dalam sambutannya, Thariq menegaskan bahwa delapan nilai tersebut menjadi arah bersama bagi seluruh aparatur pemerintah daerah. Ia mengibaratkan nilai itu sebagai fondasi karakter ASN yang harus tertanam kuat dalam setiap tindakan dan kebijakan.

“Kalau Presiden Prabowo Subianto memiliki Asta Cita, maka kita memiliki Asta Budaya,” ujar Thariq, Minggu 15/2/2026.

Menurutnya, Budaya ASN Bercahaya merupakan bagian dari komitmen kepemimpinan daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas, berorientasi pada pelayanan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat. Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan seremonial.

“Delapan budaya ini harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh ASN Gorontalo Utara agar kita benar-benar menjadi contoh pengabdi bagi generasi selanjutnya,” tegasnya.

Penerapan nilai secara berkelanjutan akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus membentuk wajah pelayanan yang humanis, profesional, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Adapun delapan nilai Budaya ASN Bercahaya tersebut meliputi:

1. Memuliakan perempuan, anak, dan lansia.

2. Profesional dan produktif dalam tugas jabatan.

3. Peduli dan melayani sepenuh hati tanpa diskriminasi.

4. Aktif menjaga kebersihan serta mengatasi persoalan       sampah.

5. Aktif menanam dan merawat pohon.

6. Aktif menjaga keamanan serta bijak bermedia sosial.

7. Menolak minuman keras, narkotika, dan perbuatan tercela lainnya.

8. Berinovasi, berliterasi, dan bermoderasi dalam kehidupan beragama.

Dengan peluncuran ini, Pemkab Gorontalo Utara berharap “Asta Budaya” menjadi ruh baru birokrasi daerah yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga kokoh secara moral dan sosial

Baca berita kami lainnya di