Bawaslu Kota Gorontalo Gelar Penguatan Kelembagaan, Sukrin: Pendidikan Politik Harus Dimulai Sejak Dini

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Gorontalo menggelar kegiatan fasilitasi pembinaan dan penguatan kelembagaan bersama mitra kerja di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, pada Rabu (27/08).

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (28–30/08), dengan menghadirkan narasumber dari Komisi II DPR RI serta unsur internal Bawaslu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Gorontalo Sukrin Saleh Taib, perwakilan Pemerintah Kota Gorontalo, Bawaslu Provinsi Gorontalo, akademisi, serta sejumlah mitra strategis Bawaslu seperti organisasi masyarakat sipil dan perwakilan media.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Gorontalo, Sukrin Saleh Taib, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis untuk memperkuat kelembagaan Bawaslu, baik internal maupun eksternal.

Ia menekankan pentingnya membangun sinergi bersama berbagai pihak agar pengawasan Pemilu berjalan lebih optimal.

“Kegiatan ini bukan hanya memperkuat kelembagaan internal, tetapi juga menjalin sinergi dengan mitra strategis. Pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan bersama stakeholder dan masyarakat,” ujar Sukrin.

Lebih lanjut, Sukrun menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan tanggung jawab penting Bawaslu yang harus diberikan sejak dini, tidak terbatas hanya pada tahapan Pemilu.

“Kesadaran politik masyarakat akan sangat menentukan kualitas Pemilu dan Pilkada. Karena itu, pendidikan politik harus terus digalakkan di masa tahapan maupun non-tahapan,” tambahnya.

Usai acara pembukaan, Ia menjelaskan bahwa forum ini tidak hanya menjadi wadah evaluasi penyelenggaraan Pemilu 2024, tetapi juga bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2027 yang tahapannya dimulai dua tahun sebelum hari H.

“Tahapan Pemilu 2027 menurut undang-undang dimulai dua tahun sebelum hari H. Itu artinya, sejak sekarang kita sudah harus menyiapkan langkah-langkah, termasuk partisipasi masyarakat agar lebih kuat,” jelas Sukrin saat diwawancarai.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya masyarakat memahami fungsi Bawaslu secara lebih luas. Menurutnya, Bawaslu bukan sekadar lembaga pengawas, tetapi juga memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Masih banyak masyarakat yang melihat Bawaslu hanya sebatas pengawas. Padahal, tugas kami juga mencakup fungsi edukasi untuk mendorong partisipasi politik masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menutup keterangannya,ia menegaskan komitmen Bawaslu Kota Gorontalo untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, hingga media massa, demi menciptakan ekosistem demokrasi yang sehat.

“Dengan dukungan semua pihak, kami optimis penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada mendatang dapat berjalan lebih berkualitas, transparan, dan berintegritas,” pungkasnya.

Baca berita kami lainnya di