READ.ID – Aliansi Merah Maron mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) akan menggelar aksi demonstrasi jilid IV pada Kamis (5/11/2026).
Aksi tersebut merupakan lanjutan dari tiga demonstrasi sebelumnya yang dinilai belum mendapatkan respons serta penjelasan memadai dari pemerintah daerah maupun pemangku kebijakan.
Pimpinan aliansi, Sandi Idris, mengatakan demonstrasi jilid IV bukan sekadar melanjutkan gerakan sebelumnya. Menurutnya, aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan dan kemarahan mahasiswa bersama masyarakat Gorontalo terhadap berbagai persoalan daerah yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian.
Selain menyoroti persoalan daerah, mahasiswa juga kembali mengangkat dugaan tindakan represif aparat saat berlangsungnya demonstrasi sebelumnya.
Dalam aksi kali ini, Aliansi Merah Maron membawa 10 tuntutan utama. Isu yang disuarakan meliputi kelangkaan BBM, dugaan korupsi, penegakan hukum, aktivitas pertambangan ilegal hingga penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui demonstrasi jilid IV ini, mahasiswa mendesak pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, serta seluruh unsur Forkopimda agar tidak sekadar menerima aspirasi, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang disuarakan.
Mahasiswa berharap aksi kali ini dapat menghasilkan respons dan kepastian penyelesaian dari pihak terkait. Mereka tidak ingin berbagai tuntutan yang telah disampaikan dalam demonstrasi sebelumnya kembali berakhir tanpa kejelasan.











