READ.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus berupaya memberikan customer experience terbaik kepada nasabah melalui layanan digital dan finansial yang terintegrasi. Tidak hanya sekadar bank spesialis perumahan. Tapi mengarah pada layanan perbankan yang lebih lengkap.
BTN mulai mengembangkan layanan perbankan yang lebih lengkap (full banking services). Termasuk memperkuat pendanaan berkelanjutan (sustainable funding), meningkatkan proposisi produk, serta mendorong strategi cross selling.
Kepala Cabang BTN Gorontalo Irwan Hasbullah mengatakan, penguatan sustainable funding menjadi kunci agar bisnis perbankan bisa tumbuh berkelanjutan. “Pendanaan adalah bahan bakar utama bank. Tanpa dukungan funding yang kuat, penyaluran pembiayaan tidak akan optimal,” kata Irwan, Selasa (7/4).
Kepercayaan masyarakat terhadap BTN di Gorontalo terus meningkat. Tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang melonjak hingga 109,94% year-on-year (YoY) per Desember 2025 menjadi Rp346,16 miliar.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan DPK ritel berbiaya rendah yang tumbuh 55,81% YoY. Selain itu, BTN Gorontalo juga mampu menjaga komposisi dana murah dengan rasio current account saving account (CASA) sebesar 79%.
Irwan menjelaskan, penguatan funding menjadi fokus utama yang terus dilakukan. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan sumber dana yang stabil sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.
“Dengan funding yang kuat, kami bisa terus memperluas penyaluran pembiayaan kepada masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, BTN Gorontalo juga mendorong pemanfaatan layanan cash management system, payroll, serta transaksi digital melalui Bale by BTN. Upaya ini menjadi bagian dari strategi menghadirkan layanan perbankan yang lebih menyeluruh (holistic banking).
“Tidak hanya pembiayaan perumahan, kami ingin memberikan layanan yang lebih lengkap kepada nasabah,” imbuhnya.
Dari sisi pembiayaan, kinerja BTN Gorontalo juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Desember 2025, penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 17,72% YoY menjadi Rp1,06 triliun. Didukung, kredit subsidi meningkat 18,06% YoY menjadi Rp689,05 miliar. Sementara kredit non-subsidi tumbuh 18,85% menjadi Rp280,63 miliar.
Kualitas kredit juga tetap terjaga. BTN Gorontalo mampu menekan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) menjadi 1,63%. Turun dari 2,85% pada Desember 2024.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, BTN Gorontalo berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp24,1 miliar, tumbuh 157,94% YoY. Dengan mencatatkan total aset yang meningkat 18,99% YoY menjadi Rp1,1 triliun, dari sebelumnya Rp931,26 miliar.











