READ.ID – Dewan Pengurus Daerah Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) XII, Ahad (11/1/2025).
Kegiatan itu, dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid.
Dalam sambutannya, Sekda Ismail menyampaikan sejumlah pesan penting, terutama terkait pembinaan generasi muda, kebersihan kota, dan ekonomi masyarakat.
Ia meminta Wahdah Islamiyah turut berperan menjaga generasi muda dari pengaruh buruk dari gempuran negatif di era digital.
“Generasi muda ini punya potensi besar, tapi juga punya potensi untuk rusak kalau tidak diwadahi dengan baik,” kata Sekda Ismail dalam sambutannya.
Untuk itu, dia berharap kegiatan Wahdah Islamiyah semakin aktif menyasar pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Menurutnya, ruang-ruang pembinaan seperti ini membantu menjaga arah generasi penerus Kota Gorontalo.
Sekda Ismail juga menyinggung persoalan sampah yang masih sering muncul di sejumlah titik kota. Padahal, kata dia, armada dan jadwal buang sampah sudah jelas.
“Buang sampah itu sudah diatur dari jam enam sore sampai jam enam pagi, supaya pagi hari kota sudah bersih,” ujarnya.
Namun di lapangan, masih ada warga yang membuang sampah di luar jam tersebut, bahkan ke saluran air. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengingatkan lingkungan sekitar.
“Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kesadaran masyarakat itu kuncinya,” katanya.
Selain itu, Sekda Ismail juga menyampaikan kondisi anggaran daerah yang terdampak pengurangan dana transfer pusat pada 2026. Dalam situasi tersebut, Pemkot Gorontalo mendorong usaha mikro agar ekonomi warga tetap bergerak.
“Ekonomi masyarakat harus tetap hidup, salah satunya lewat usaha mikro yang kita dorong bersama,” ucap Sekda Ismail.
Ia menyebut upaya tersebut ikut berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo tahun 2025 yang mencapai sekitar 6,16 persen.
Di akhir sambutannya, Sekda Ismail berharap Mukerda XII Wahdah Islamiyah melahirkan program yang tidak hanya menguatkan organisasi, tetapi juga terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat Kota Gorontalo.











