Bupati Gorontalo kecewa perbaikan Taman Budaya Limboto belum selesai

Bupati Gorontalo

READ.ID – Prihatin dengan Taman Budaya tak terawat serta beberapa perbaikan di kawasan tersebut tak kunjung selesai, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo kecewa dengan kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Gorontalo.

pahlawan

“Ini bangunan yang belum selesai itu, sebenarnya sudah lama saya beritahu sama Dinas PU untuk diselesaikan, tapi belum saja diselesaikan” ungkap Nelson Pomalingo usai melakukan peninjauan langsung menjelang pelaksanaan Festival Kabupaten Lestari (FKL) dan HUT kabupaten Gorontalo ke 348 yang terpusat di Taman Budaya tersebut. Selasa (23/11/2021)

Ia mengungkapkan kekecewaannya karena menemukan beberapa kerusakan diantaranya di kedua gerbang masuk taman terdapat pipa kamar mandi yang bocor, hingga bangunan di belakang rumah adat Bantayo Poboide yang sampai saat ini belum terselesaikan.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo pun menjelaskan dana pemeliharaan dan pembangunan rumah yang terdapat di lokasi tersebut sudah dianggarkan oleh pemerintah kabupaten, namun sampai saat ini belum ada realisasinya.

“Masa pembangunan dengan dana yang besar bisa diselesaikan, tapi dana yang kecil kecil tidak bisa. Kalau PU tidak mampu silahkan berikan ke OPD lain, sudah kita berikan kepercayaan, uangnya sudah ada, tapi kerjanya tidak maksimal, itu menjadi catatan bagi saya, baik dinasnya maupun pihak pengusahanya,” tandasnya

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kabupaten Gorontalo, Romy Syahrain membenarkan adanya beberapa kerusakan di taman budaya tersebut, sedangkan salah satu bangunan yang ada disekitarnya itu sudah memasuki tahap ke dua.

“Kegiatan pekerjaannya akan diakomodir melalui dua paket itu. Sehingga memang kegiatan ini mengalami refocusing anggaran di 2021 ini, dari anggaran induk kita anggarkan lagi, kemudian di anggaran APBD perubahan lagi kita anggarkan lagi,” jelas Romy Syahrain

Ia menjelaskan pihaknya telah mendorong pihak kontraktor untuk memelihara dan menyelesaikan bangunan tersebut, sesuai dengan target waktu yang ditentukan yakni pada Desember yang juga akhir dari tahun anggaran.

“Kita selalu memanggil pihak penyedia untuk membicarakan kendala dan mencari solusi agar bisa selesai. Kendalanya yang jelas material dan tenaga kerja. Untuk anggarannya tidak ada masalah karena kita sudah menganggarkan hal itu, dengan biaya Rp.500 juta,” ungkap Romy Syahrain.

Ia pun menuturkan telah menyampaikan kepada pihak penyedia untuk segera melakukan pekerjaan semaksimalnya, karena waktu yang sangat mepet.