Bupati Thariq Luncurkan JEMPUT TAKDIR, Perpustakaan Harus Hadir Lebih Dekat dengan Masyarakat

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Bupati Gorontalo Utara, , menegaskan pentingnya budaya membaca dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan yang dirangkaikan dengan peluncuran inovasi daerah “JEMPUT TAKDIR” di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gorontalo Utara, Selasa 13/10/2026.

Menurut Thariq, membaca bukan sekadar aktivitas untuk memperoleh informasi, melainkan sarana memperluas wawasan, memperkaya kosakata, membangun pola pikir, serta meningkatkan kemampuan seseorang dalam memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan.

Ia juga mengingatkan bahwa pentingnya membaca telah ditegaskan dalam ajaran Islam melalui wahyu pertama, yakni Iqra atau perintah membaca. Semangat tersebut, katanya, perlu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan.

“Perpustakaan tidak boleh dianggap sebagai fasilitas nomor dua. Buku dan kegiatan membaca harus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah karena kemajuan hanya dapat dicapai melalui ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Thariq menjelaskan, inovasi JEMPUT TAKDIR lahir dari gagasan untuk menghidupkan perpustakaan sebagai pusat aktivitas masyarakat. Menurutnya, keberadaan gedung dan koleksi buku saja tidak cukup jika tidak disertai kegiatan yang mendorong masyarakat untuk membaca, berdiskusi, belajar, dan mengembangkan gagasan.

Melalui inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berupaya memperluas jangkauan layanan perpustakaan agar tidak hanya terpusat di gedung perpustakaan, tetapi juga menjangkau sekolah, desa, komunitas, kelompok perempuan, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga kelompok lanjut usia.

Untuk mendukung pelaksanaannya, sejumlah kegiatan literasi didorong, antara lain layanan buku berjalan, perpustakaan menyapa, diskusi buku rutin, pojok baca desa, layanan literasi inklusif, pemanfaatan teknologi digital, dan podcast literasi. Kegiatan tersebut juga dapat dilaksanakan di ruang publik, termasuk Taman Rakyat, dengan melibatkan perangkat daerah, sekolah, komunitas, dan perguruan tinggi.

Bupati turut mendorong pengembangan literasi tematik melalui kolaborasi lintas perangkat daerah. Dengan pendekatan ini, kegiatan perpustakaan diharapkan tidak hanya berfokus pada membaca buku, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pertanian, perikanan, lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan berbagai persoalan pembangunan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital yang diimbangi dengan kemampuan memahami informasi secara kritis. , menurutnya, dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk guru, kepala sekolah, kepala desa, aparatur sipil negara, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Jangan berhenti belajar selama masih ada kesempatan. Pengetahuan harus terus ditambah, kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat agar manfaatnya dirasakan bersama,” pesannya.

Selain pengembangan inovasi, Thariq menekankan pentingnya akreditasi perpustakaan untuk meningkatkan mutu pengelolaan dan pelayanan. Ia berharap pendampingan terhadap perpustakaan daerah, sekolah, dan desa dapat diperkuat agar memenuhi standar yang ditetapkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gorontalo Utara, Tamrin Sirajudin, dalam laporannya menyampaikan bahwa perpustakaan merupakan instrumen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan, pembudayaan membaca, dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menjelaskan, peluncuran JEMPUT TAKDIR dirangkaikan dengan sosialisasi dan advokasi akreditasi perpustakaan untuk memperkuat pemahaman serta komitmen pengelola terhadap pentingnya standar mutu layanan. Persiapan inovasi tersebut telah mencakup penyusunan konsep dan standar operasional prosedur (SOP), penyempurnaan rencana program, serta koordinasi dengan perangkat daerah terkait.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60