Buronan Korupsi RS Aloe Saboe tiba di Gorontalo

Korupsi RS Aloe Saboe

READ.ID – AO (50) tahun, Buronan kasus korupsi Pengadaan Pemasangan Jaringan SIM (Sistem Informasi Manajemen) pada Rumah Sakit (RS) Aloe Saboe tahun 2004 akhirnya tiba di Gorontalo.

Sebelumnya Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo dan Kejati D.I. Yogyakarta pada Rabu 08 September 2021, berhasil mengamankan AO di Victoria Recidence, Jalan Laksda Adisucipto KM. 5 Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah.

AO (50 Tahun) selaku tersangka Korupsi Pengadaan Pemasangan Jaringan SIM (Sistem Informasi Manajemen) RS Aloe Saboe tahun anggaran 2004 dengan anggaran sebesar Rp2.1 miliar.

Berdasarkan Audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara, tertuang dalam Laporan Hasil Audit Investigasi atas Dugaan Penyimpangan Pekerjaan Pengadaan Pembuatan / Pemasangan SIM Komputer di RS Aloe Saboe Kota Gorontalo Tahun Anggaran 2004.

Dengan nomor LHAI-223/PW 18/5/2008 tanggal 18 Juni 2008, yang pada pokoknya terdapat kerugian negara / daerah adalah sebesar Rp1.2 miliar.

Sementara itu Asintel Kejati Gorontalo Otto Sompotan menjelaskan berdasarkan penyidikan pada tahun 2008 itu ada kerugian negara berdasarkan audit BPKP sekitar 1,2 Miliar dari anggaran 2,1 Miliar.

Keberadaan DPO setelah dilacak sekitar sebulan yang lalu itu terlacak posisinya ada di bekasi dan kemudian bergeser ke Yogyakarta, sehingga seperti sekarang ini kami laporkan tersangka AO sudah kami amankan untuk kami proses ketahap penyidikan selanjutnya.

Sebagai imbauan Otto pun menyampaikan pesan kepada seluruh yang masuk didalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Gorontalo agar dengan sendirinya menyerahkan diri.

“Kami mengimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” kata Otto Sompotan.