READ.ID – Burung Indonesia menggelar Kelas Konservasi Jurnalis untuk mendorong pengarusutamaan isu keanekaragaman hayati dalam pemberitaan di Gorontalo.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 22–23 September 2026, itu digelar di Hotel FOX Kota Gorontalo dan dilanjutkan dengan kegiatan liputan lapangan atau field trip.
Kelas tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan mencari, mengolah, dan mengembangkan informasi berbasis data dan bukti.
Burung Indonesia menilai isu keanekaragaman hayati memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pangan, air, kesehatan, mata pencaharian, budaya, hingga ekonomi daerah.
Karena itu, media dinilai memiliki posisi strategis dalam mengangkat isu-isu lingkungan ke ruang publik sekaligus mempertemukannya dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan sejumlah materi, di antaranya pengenalan keanekaragaman hayati dan Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP), biodiversitas Gorontalo dalam agenda pembangunan, jurnalisme konservasi, analisis berita lingkungan, hingga praktik membaca data dan simulasi story pitching.
Pada hari kedua, peserta mengikuti editorial clinic untuk melakukan review story pitch, mempelajari teknik wawancara ilmuwan, memfinalisasi rencana liputan, serta mengikuti field trip ke lokasi yang memiliki relevansi dengan isu biodiversitas.
Kegiatan ini melibatkan jurnalis dari 43 media lokal dan nasional yang memiliki biro peliputan di Provinsi Gorontalo.
Selanjutnya, peserta didorong untuk menghasilkan berbagai karya jurnalistik, mulai dari artikel, berita, foto, video, hingga produk jurnalistik lainnya yang mengangkat isu biodiversitas Gorontalo.
Melalui kegiatan tersebut, Burung Indonesia berharap perspektif keanekaragaman hayati semakin hadir dalam pemberitaan dan menjadi bagian dari diskursus publik serta agenda pembangunan di Gorontalo.



