Cegah Tawuran di Paguat, Disdikbud dan Kesbangpol Pohuwato Turun Langsung Bina 6 Sekolah

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Guna mencegah terjadinya aksi tawuran antarpelajar, Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bergerak cepat melakukan pemantauan dan pembinaan di Kecamatan Paguat, Kamis (22/10/2026).

Langkah preventif ini diambil menyusul adanya indikasi keterlibatan sejumlah siswa dalam rencana perkelahian massal.

Pembinaan tersebut menyasar enam institusi pendidikan, yaitu SMP Negeri 1 Paguat, SMP Negeri 1 Dengilo, MTs 1 Pohuwato, MTs Al-Busro, MTs Al-Khairaat Paguat, serta SMK Utama Muhammadiyah Pohuwato. Tujuan utamanya adalah untuk menguatkan karakter dan kedisiplinan siswa agar potensi tawuran dapat diredam sedini mungkin.

Kepala Disdikbud Pohuwato, Arman Mohamad, menyoroti vitalnya pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Ia mendorong para pelajar untuk selalu mengedepankan prinsip 5S—Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun—serta senantiasa menghormati orang tua dan guru.

“Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan tawuran. Isilah masa sekolah dengan hal-hal positif. Generasi muda harus menyiapkan diri dengan pendidikan, keterampilan, dan kompetensi yang baik untuk meraih masa depan yang cerah,” pesan Arman kepada para pelajar.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Pohuwato, Saharudin Saleh, kembali mengingatkan para siswa bahwa tugas utama mereka adalah belajar dan menggali potensi diri. Ia menegaskan agar pelajar tidak terlibat dalam perkelahian atau tindakan yang melanggar norma hukum, agama, maupun adat.

Saharudin juga memberikan peringatan keras agar para siswa menjauhi minuman keras, narkoba, kebiasaan mengisap lem, serta perilaku menyimpang lainnya yang dapat menghancurkan masa depan mereka.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, telah menggandeng pihak kepolisian, pemerintah kecamatan, pihak sekolah, orang tua, hingga tokoh masyarakat untuk memperketat pengawasan perilaku siswa.

Di akhir kunjungannya, Saharudin turut menyosialisasikan kebijakan terbaru dari kepala daerah terkait kedisiplinan pelajar. “Kehadiran kami juga bertujuan untuk menyampaikan Surat Edaran Bupati Pohuwato mengenai pengawasan penyalahgunaan lem, alkohol, dan obat-obatan lainnya, sekaligus aturan pembatasan penggunaan handphone di lingkungan sekolah dan madrasah,” tutupnya.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60