Daftar Wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara yang Masuk Radar Peringatan Dini Tsunami BMKG Pagi Ini

Daftar Wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara yang Masuk Radar Peringatan Dini Tsunami BMKG Pagi Ini
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Masyarakat di pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara dikejutkan oleh guncangan gempa bumi kuat bermagnitudo 7,6 pada Kamis pagi, 2 April 2026, pukul 05:48 WIB. Menindaklanjuti guncangan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan peringatan dini tsunami, untuk Malut dan Sulut.

Lokasi pusat gempa yang berada di laut, tepatnya 129 km Tenggara Bitung dengan kedalaman 62 km, memicu kekhawatiran akan kenaikan permukaan air laut di beberapa titik strategis.

Berdasarkan data resmi BMKG, wilayah Maluku Utara menjadi lokasi pertama yang masuk dalam radar ancaman. Kota Ternate diprediksi menjadi wilayah pertama yang terdampak dengan estimasi kedatangan gelombang pada pukul 05:53 WIB, disusul wilayah Halmahera satu menit kemudian.

Kota Tidore juga masuk dalam daftar waspada dengan perkiraan waktu tiba gelombang pada pukul 05:56 WIB. Ketiga wilayah ini diminta segera merespons peringatan tersebut sesuai dengan protokol kebencanaan yang berlaku.

Sementara itu, untuk wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Kota Bitung berada dalam posisi paling rentan dengan status Siaga. Estimasi gelombang tsunami diperkirakan akan mencapai pesisir Bitung pada pukul 06:12 WIB.

Ancaman ini juga meluas hingga ke wilayah Minahasa bagian Selatan, termasuk Minahasa Selatan dan Minahasa Utara bagian Selatan, dengan estimasi waktu tiba gelombang yang hampir bersamaan, yakni antara pukul 06:17 hingga 06:18 WIB.

BMKG menegaskan bahwa status “Siaga” mengharuskan pemerintah daerah segera memberikan arahan evakuasi bagi warga yang tinggal di sekitar pantai. Jika situasi berkembang menjadi status “Awas”, maka evakuasi menyeluruh wajib dilakukan tanpa penundaan.

Langkah ini sangat krusial mengingat karakteristik gempa tektonik di kedalaman menengah yang seringkali diikuti oleh pergerakan massa air laut yang signifikan.

Hingga saat ini, BMKG terus memantau alat pengukur pasang surut air laut (tide gauge) untuk memastikan apakah ada kenaikan air laut yang nyata atau tidak. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area pelabuhan maupun bibir pantai hingga ada pernyataan resmi mengenai pengakhiran peringatan dini.

Kewaspadaan harus ditingkatkan karena gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil namun masih merusak mungkin saja terjadi dalam beberapa jam ke depan.

Terakhir, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan hanya mempercayai informasi yang bersumber dari kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG atau pengumuman dari BPBD setempat.

Pastikan jalur komunikasi evakuasi di tingkat desa dan kelurahan tetap terbuka agar instruksi penyelamatan dapat tersampaikan dengan cepat. Kesigapan warga dalam mengikuti arahan evakuasi menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak risiko bencana pagi ini.

Baca berita kami lainnya di