Datangi Perum Bulog, Komisi II DPRD Provinsi Dorong Pembangunan Industri Penggilingan Beras di Gorontalo

Industri Penggilingan Beras

READ.ID – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Espin Tulie menyatakan, saat ini Perum Bulog tidak hanya melayani untuk kebutuhan publik bagi masyarakat, namun sudah termasuk komersil.

Termasuk, kata Espin Tulie, Perum Bulog yang ada di Provinsi Gorontalo.

Dirinya menjelaskan, dengan adanya perihal komersil tersebut, maka masyarakat dapat membeli komoditas di Perum Bulog, yang dapat dijual kembali.

Informasi ini, kata Espin Tulie, diperoleh, saat anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja di Perum Bulog di Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Espin Tulie mengatakan, memang saat ini, Perum Bulog masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) mengenai, Bulog yang akan dijadikan suatu Badan Logistik.

“Sebab, ketika telah menjadi badan logistik, maka untuk komoditi minyak kelapa, akan masuk menjadi salah satu tanggungjawab dari Bulog”, ungkap Espin Tulie, saat ditemui, Senin (29/11/2021).

Selain itu, dalam kunjungan tersebut, pihak komisi II, juga melaporkan kepada Perum Bulog, tentang kondisi stabilitas harga pangan, terutama komoditas beras, yang mengikuti harga yang dikeluarkan oleh Perum Bulog sendiri, yakni Rp 8.300/kilogram.

“Olehnya, ketika terjadi kenaikan maupum penurunan harga tersebut, kami dapat laporkan kepada pihak Bulog yang ada di Provinsi Gorontalo”, ujar Espin Tulie.

Ditambahkan Espin Tulie, dalam pertemuan itu, pihaknya juga mengharapkan perhatian dari Perum Bulog, seperti yang diberikan di Provinsi Sulawesi Selatan dan daerah pulau Jawa.

Menyangkut, pembangunan industri penggilingan beras, yang menghasilkan kualitas beras premium maupun medium.

“Tentunya, hal ini yang kami harapkan kepada Perum Bulog, untuk membangun industri penggilingan beras di Provinsi Gorontalo, seperti halnya di daerah lain”, ujar Espin Tulie.

Lebih lanjut, Espin Tulie mengungkapkan, saat ini Perum Bulog juga melakukan ekspansi beras Provit.

Yaitu, beras yang mengandung vitamin A,B,C, D, serta Zink, untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang kekurangan gizi dan vitamin, maupun stunting.

“Nah, dengan berbagai program Bulog tersebut, maka diharapkan dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat”, harapnya.

(Rinto/Read)