READ.ID – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Atinggola menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus evaluasi kinerja kader dalam memperkuat peran partai hingga tingkat desa.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang juga menjabat Bupati Gorontalo Utara, menegaskan bahwa Muscam tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda pergantian kepemimpinan. Forum tersebut harus mampu melahirkan program kerja strategis yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya saat membuka Muscam, Thariq menjelaskan bahwa pelaksanaan musyawarah di setiap kecamatan merupakan bagian dari tradisi organisasi Golkar untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan melalui mekanisme musyawarah.
Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi tujuan pelaksanaan Muscam, yakni mendengarkan laporan pertanggungjawaban pengurus, merumuskan program kerja strategis, serta memilih atau memperbarui kepemimpinan di tingkat kecamatan.
Thariq juga mengapresiasi kinerja jajaran pengurus Golkar Atinggola hingga tingkat desa. Ia menilai capaian organisasi di wilayah tersebut tidak terlepas dari kerja kader dan pengurus dalam menjalankan aktivitas partai serta membangun komunikasi dengan masyarakat.
Ia turut menyoroti peran anggota DPRD Gorontalo Utara dari daerah pemilihan Atinggola–Gentuma Raya yang dinilainya aktif menyuarakan kebutuhan masyarakat. Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah pembangunan jalan di kawasan Puskesmas Atinggola yang diharapkan menjadi prioritas pada 2027.
Di tengah tantangan pembangunan dan keterbatasan anggaran, Thariq menekankan pentingnya kolaborasi antara kader partai, anggota legislatif, dan pemerintah daerah agar aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan melalui program yang terukur.
Ia berharap Muscam Golkar Atinggola menghasilkan kepemimpinan dan program kerja yang mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus menjaga pengabdian kader kepada masyarakat.
Muscam tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi Partai Golkar di Gorontalo Utara untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa.











