Diusulkan jadi Pahlawan Nasional, TP2GD Kumpulkan Bukti Perjuangan Prof Aloei Saboe

Aloei Saboe

READ.ID – Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) telah mengumpulkan sejumlah bukti perjuangan Prof Aloei Saboe yang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional oleh pemerintah Provinsi Gorontalo.

Bukti perjuangan berupa arsip dan dokumentasi itu dipaparkan TP2GD melalui rapat dalam mematangkan pengusulan almarhum Prof Aloei Saboe menjadi pahlawan nasional, yang berlangsung di ruang kerja wakil Gubernur Gorontalo, Rabu (20/1/2021).

Anggota TP2G, Basri Amin menjelaskan, dari segi dokumentasi tim berhasil menghimpun bukti yang dibagi dalam tiga kelas, yaitu sejumlah lencana dan piagam, bukti perjuangan Aloei Saboe sebagai dokter dan pejuang, serta dokumen publikasi media baik yang ada di Jawa Barat, Gorontalo, maupun media nasional.

“Semuanya sudah lengkap. Lencana dan piagam yang diterima oleh Aloei Saboe adalah bukti pengakuan negara terhadap perjuangan beliau. Kami yakin, putra daerah yang kita usulkan ini akan menjadi pahlawan nasional,” tandasnya.

“Kami optimis dan yakin jika Aloei Saboe akan menjadi pahlawan nasional dari Gorontalo. Keyakinannya tersebut didasarkan atas hasil riset terhadap biografi Aloei Saboe,” tambah Basri.

Sementara itu, wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim mengatakan, arsip dan dokumentasi ini merupakan salah satu syarat yang harus kita penuhi dalam proses pengusulan Aloei Saboe menjadi pahlawan nasional.

“Pertemuan hari ini untuk melihat dan mengevaluasi dokumen apa saja yang masih perlu dilengkapi,” kata Wagub Idris Rahim saat memimpin pertemuan itu.

Secara bertahap Pemprov Gorontalo bersama TP2G akan melakukan finalisasi terhadap seluruh arsip dan dokumentasi perjuangan Aloei Saboe.

Di tempat yang sama, kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo Muhammad Nadjamudin menjelaskan, setelah semua arsip dan dokumen terkumpul, proses selanjutnya adalah menggelar seminar sebelum nantinya akan diusulkan ke Kementerian Sosial RI paling lambat April 2021.

“Finalisasinya paling lambat minggu kedua Maret 2021. Nantinya setelah diseminarkan akan kita usulkan ke Kemensos untuk direview, kemudian diserahkan ke tim nasional untuk diteliti lagi dan selanjutnya diusulkan ke Presiden,” jelas Muhammad Nadjamudin.

Dilansir dari Wikipedia, Aloei Saboe lahir di Gorontalo pada 11 November 1911 dan meninggal di Bandung, 31 Agustus 1987. Aloei Saboe adalah seorang dokter, cendekiawan muslim, akademisi, sekaligus tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia.

Prof Aloei Saboe

Dirinya berjuang melawan penjajah Belanda di Gorontalo bersama dengan Pahlawan Nasional Nani Wartabone dan Kusno Danupoyo. Pada tahun 1958, Aloei Saboe juga ikut terlibat dalam membantu operasi penumpasan Permesta di Gorontalo. Oleh sebab itu, Aloei Saboe dikenal dengan julukan “Dokter Pejuang”.

Untuk mengenang jasa dan perjuangan dr. Aloei Saboe, maka nama Rumah Sakit Kotamadya Gorontalo diubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Aloei Saboe pada tahun 1987.

Aloei Saboe juga mendapatkan gelar adat “Ta Loo Tinepa Lipu” (Sang Pengangkat Derajat Negeri) dari Dewan Adat 5 Kerajaan di Gorontalo.

(Read/Pemprov)