READ.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Gorontalo menggelar agenda Buka Puasa Bersama (Bukber) sekaligus santunan bagi anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di banthayo lo yiladia senin, 15/3 ini juga dirangkaikan dengan penguatan peran organisasi melalui pelantikan pengurus PMI tingkat kecamatan se-Kota Gorontalo.
Ketua PMI Kota Gorontalo, Ismail Madjid, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, menegaskan bahwa pelantikan pengurus tingkat kecamatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota dalam mempercepat respons penanganan bencana di wilayah.
Dalam keterangannya, Ismail Madjid menyampaikan bahwa pengurus PMI Kecamatan yang baru dilantik memiliki tanggung jawab besar dalam mitigasi dan penanganan darurat, mulai dari bencana banjir hingga musibah kebakaran.
“Ini adalah bentuk pembinaan langsung dari Bapak Wali Kota. PMI sangat dibutuhkan di daerah ini, terutama sebagai mitra pemerintah dalam kerja-kerja kemanusiaan dan penanggulangan bencana yang sering terjadi secara tidak terduga,” ujar Ismail.
Terkait kebutuhan stok darah di Kota Gorontalo yang mencapai kurang lebih 1.200 kantong setiap bulannya, Ismail mengakui adanya tantangan dalam memenuhi kuota tersebut secara penuh.
Namun, di bawah kepemimpinannya, PMI berkomitmen untuk terus berinovasi guna memastikan kebutuhan medis masyarakat terlayani dengan baik.
Salah satu terobosan yang di dorong adalah menjadikan donor darah sebagai sebuah “Lifestyle” atau gaya hidup bagi komunitas dan generasi muda di Kota Gorontalo.
“Kami terus mensosialisasikan manfaat donor darah, baik dari sisi kesehatan medis maupun aspek spiritual. Secara ilmiah, orang yang rajin mendonorkan darahnya akan jauh lebih sehat karena sirkulasi darah yang terjaga,” tambahnya.
Ismail Madjid, yang mengaku telah aktif menjadi pendonor darah sejak masa mahasiswa, juga menekankan pentingnya kepuasan batin dalam membantu sesama. Menurutnya, membantu orang lain melalui setetes darah adalah investasi spiritual yang luar biasa.
“Dalam aspek spiritualitas, jika kita sering memudahkan urusan orang lain, maka Allah SWT akan memudahkan kepentingan kita. Tidak ada energi yang terbuang percuma dalam kebaikan; apa yang kita sampaikan dan berikan, pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk keberkahan hidup,” tutupnya dengan optimis.
Acara yang diakhiri dengan doa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim ini menjadi potret nyata sinergitas antara aspek profesionalitas birokrasi dan nilai-nilai religius yang dijunjung tinggi oleh Pemerintah Kota Gorontalo.











