DPRD Provinsi Gorontalo Usulkan Anggaran Sektor Pertanian Ditambah

READ.ID – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Mohammad Nasir Majid, mengusulkan kepada pihak pemerintah, agar jumlah anggaran di sektor pertanian ditambah.

Penambahan anggaran di sektor pertanian tersebut, kata Nasir, harus masuk dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Sebab, menurut Nasir, seluruh anggaran yang diberikan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk sektor pertanian, dinilai masih kurang.

Padahal, tuturnya, dalam kebijakan KUA-PPAS, sektor pertanian menjadi salah satu hal penting dalam pemulihan ekonomi.

“Bahkan, bisa dikatakan, pertanian adalah sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Gorontalo,” ungkap Nasir saat ditemui awak Read.id, Rabu (8/9/2021).

Pihaknya berpendapat, bagaimana daerah ini bisa memulihkan kondisi ekonomi, bila anggaran untuk sektor pertanian tidak diperhatikan.

“Tentunya, hal itu akan berdampak sampai satu atau dua tahun ke depan, apabila kontribusi anggaran pertanian dan peternakan di tahun ini, kecil,” ucap politisi Gerindra asal Kabupaten Gorontalo Utara ini.

Selain itu, imbuh Nasir, dalam rapat pembahasan ini, pihaknya pun juga menyampaikan aspirasi-aspirasi yang ditampung pada hasil kegiatan reses beberapa waktu yang lalu.

“Seperti, adanya keluhan warga soal penyaluran bibit, dan distribusi hasil pertanian dari lahan sampai ke jalan, yang memerlukan perhatian lebih dari pihak Dinas Pertanian sendiri,” ujar Nasir.

Di sisi lain, Nasir juga mengusulkan agar pemerintah bisa melakukan program Pilot Projek di masing-masing wilayah kabupaten/kota, untuk perbaikan kualitas hasil pertanian, yakni beras.

“Namun, memang anggaran yang dibutuhkan cukup besar, yaitu bisa mencapai angkaRp10 milyar,” jelasnya.

Tetapi, bebernya, melihat kondisi anggaran saat ini, tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut, sehingga diharapkan bisa dianggarkan pada tahun-tahun mendatang.

“Kami berharap, pemerintah provinsi dapat menambah anggaran di sektor pertanian di Gorontalo,” tandasnya.

(Rinto/Read)