Formatur Ketua FKPT Gorontalo Prioritaskan Proker bagi Orang Banyak

READ.ID – Formatur Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Gorontalo, Prof. Karmila Machmud, S.Pd, M.A., Ph.D, bakal memprioritaskan program kerja (Proker) yang bersentuhan langsung bagi orang banyak.

Hal itu disampaikan Prof. Karmila, saat diwawancarai awak media Read.id, di Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu, (15/9/2021).

Prof. Karmila yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG itu, mengatakan bahwa pihaknya tinggal menunggu SK dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), setelah itu akan bekerja sepenuhnya.

Pastinya, kata Prof. Karmila, yang pasti pihaknya akan menjalankan program yang telah ditetapkan oleh BNTP. Kemudinan juga pihaknya akan melihat jika ada program yang bisa dijalankan dari pengurus-pengurus sebelumnya.

“Tetapi pastinya, kita menitikberatkan program yang akan kita jalankan, bisa punya pengaruh jangka panjang. Di antaranya, untuk menanamkan jiwa cinta tanah air, nasionalisme, dan toleransi, yang bukan hanya bagi kaum melenial, dan orang dewasa, tetapi sejak usia dini,” ujar Prof. Karmila.

Jadi, ungkap Prof. Karmila, ada sejumlah kegiatan yang akan dilakukannya dengan menjangkau anak-anak usia dini, agar sedari awal tertanam rasa cinta tanah air dan juga rasa toleransi yang tinggi.

“Selain itu, kita akan memaksimalkan pemanfaatan teknologi khusunya media sosial, untuk menginformasikan semua kegiatan kita yang edukatif, terkait bahayanya terorisme ini. Jadi kita akan melakukan edukasi pencegahan kepada semua pihak, serta seluruh lapisan masyarakat,” bebernya.

Sebelum dipercayakan sebagai Formatur Ketua FKPT Gorontalo, dirinya pun sudah mengusulkan agar FKPT dapat merangkul semua kampus. Jadi bisa memperkuat kerja sama dengan kampus-kampus, khususnya yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Sebab, tidak dipungkiri, bahwa mahasiswa bisa menjadi subjek maupun objek dari terorisme. Jadi kalau kita merangkul mereka, serta bekerja sama dengan kampus, maka gerakan penangkalan terhadap terorisme ini akan semakin kuat,” ungkap Prof. Karmila.

Pun, imbuhnya, dengan merangkul seluruh kampus yang ada, maka penelitian-penelitian terhadap penangkalan terorisme serta radikalisme, semakin mudah dilakukan, sebab mahasiswa yang notabenenya sebagai kaum milenial, acap kali dijadikan sentral penyebaran terorisme.

(SAS/Read)