Fory Naway Lantik Pengurus PGRI Cabang Batudaa Cs di Tengah Danau Limboto

Pelantikan PGRI di Danau Limboto

READ.ID – Berbeda dengan pelantikan pada umumnya yang biasa dilakukan di gedung mewah, ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kabupaten Gorontalo, Fory Naway melantik pengurus PGRI cabang Batudaa Cs di tengah danau Limboto, tepatnya di rumah makan terapung pada Kamis (10/6/2021).

Sebelum menuju lokasi pelantikan, pengurus PGRI kabupaten Gorontalo yang dipimpin Fory Naway harus menempuh sekitar 45 menit menggunakan perahu dari Limboto.

expo

Fory mengaku selama perjalanan, dirinya menikmati angin sepoi-sepoi di danau Limboto yang menjadi ikon pariwisata tersebut.

“Saya menikmati angin sepoi-sepoi di Danau Limboto, ini merupakan sejarah karena pelantikan di tengah danau Limboto,’ Kata Fory Naway, usai kegiatan itu.

Pelantikan PGRI

Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Fory Naway saat melantik para pengurus PGRI cabang Batudaa Cs di tengah danau Limboto, tepatnya di rumah makan terapung. (Foto Kominfo)

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PGRI Batudaa Cs yang berinisiatif menggelar pelantikan, sambil disuguhkan dengan keindahan danau Limboto.

“Menurut saya Danau Limboto keindahannya terus dijaga, enak untuk ngobrol-ngobrol terus kena angin sepoi-sepoi gini. Tadi, saya naik perahu kurang lebih 45 menit nyampe di lokasi pelantikan dan kegiatannya sukses. PGRI Kabgor Kereen..Kereen,” tuturnya.

Sementara dalam pelantikan tersebut, istri Bupati Gorontalo itu berharap PGRI benar-benar lebih memperhatikan wujud dari program Kemendikbud yakni bagaimna mewujudkan merdeka belajar dan guru bergerak.

Tak hanya pendidikan, banyak bidang yang termasuk dalam program PGRI, misalnya bidang perempuan dan perlindungan anak.

Fory yang juga selaku ketua tim Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA) Kabupaten Gorontalo itu meminta para guru di sekolah dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jangan sampai ada masalah dengan karakter siswa, bahkan ada masalah tenaga pendidik sampai karena hukum. Disinilah kita tidak bisa melihat sebelah mata, warna guru selaku PGRI harus ada, mengibarkan diri bagaimana memperhatikan khususunya untuk program bidang perempuan dan perlindungan anak,” tegas Fory yang juga selaku Bunda PAUD kabupaten Gorontalo tersebut.

(Wm/Read/Kominfo)