READ.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis pagi (2/4/2026).
Pusat gempa dilaporkan berada di koordinat 1.25 LU dan 126.27 BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah Tenggara Kota Bitung dengan kedalaman 62 kilometer. Guncangan kuat ini memicu aktifnya sistem peringatan dini tsunami di sepanjang pesisir Laut Maluku.
Berdasarkan hasil pemodelan numerik, sejumlah wilayah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara kini ditetapkan dalam status Siaga. Wilayah di Maluku Utara yang terancam meliputi Kota Ternate, Halmahera, dan Kota Tidore dengan estimasi kedatangan gelombang pertama pada pukul 05:53 hingga 05:56 WIB. Sementara itu, untuk wilayah Sulawesi Utara, wilayah Kota Bitung dan sebagian besar pesisir Minahasa juga berada dalam daftar area terdampak yang harus segera melakukan langkah antisipasi.
Masyarakat di Kota Bitung dan sekitarnya diminta untuk sangat waspada mengingat gelombang diperkirakan sampai di pesisir tersebut pada pukul 06:12 WIB.
Peringatan serupa juga berlaku bagi warga di Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan, serta Minahasa Utara Bagian Selatan yang diprediksi akan mengalami dampak pada pukul 06:17 hingga 06:18 WIB. Meskipun status saat ini masih berada di level Siaga, potensi kenaikan air laut tetap harus diwaspadai secara serius oleh seluruh warga pesisir.
BMKG menginstruksikan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk segera mengambil langkah darurat, terutama bagi wilayah yang menyentuh level status Awas.
Pada status tersebut, pemerintah wajib mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh demi meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa. Koordinasi intensif antara BMKG dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus dilakukan untuk memantau fluktuasi muka air laut di pos-pos pengamatan terdekat.
Masyarakat yang berada di sepanjang garis pantai yang masuk dalam daftar peringatan dihimbau untuk segera menjauh dari tepi laut dan mencari tempat yang lebih tinggi.
BMKG juga mengingatkan agar warga tetap tenang namun tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang masih berpotensi terjadi. Jangan mudah terpancing oleh berita bohong atau spekulasi yang beredar di media sosial tanpa adanya konfirmasi dari otoritas terkait yang berwenang.
Saat ini, tim reaksi cepat dari BNPB dan BPBD setempat telah disiagakan untuk memantau situasi di lapangan dan memberikan arahan langsung kepada penduduk. Seluruh elemen masyarakat diharapkan untuk selalu memantau kanal informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG atau pengumuman dari radio dan televisi lokal.
Peringatan dini ini akan terus berlaku hingga BMKG mengeluarkan pernyataan resmi mengenai berakhirnya ancaman tsunami di wilayah terdampak.











