Date:July 14, 2020

Gusdurian Gorontalo Menilai Kebijakan Rektor UNG Berpotensi Diskriminatif

Rektor UNG

READ.ID – Koordinator Jaringan Gusdurian Gorontalo, Djemi Radji, menilai kebjikan rektor terkait penerimaan mahasiswa baru melalui jalur seleksi mandiri berbasis prestasi unggul di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berpotensi diskriminatif terhadap agama lain.

Jumlah Terpapar Covid-19 Di Gorontalo
POSITIF
363 +2
DIRAWAT
109
SEMBUH
237
MENINGGAL
17
Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Update terakhir : 13 Juli 2020 20:15 WITA

Menurutnya, program kuliah tanpa tes bagi yang menghafal Al-Quran untuk calon mahasiswa baru yang tengah digalakkan oleh Rektor UNG itu selain abai terhadap agama lain, juga tidak memperdulikan himbauan Menristekdikti RI; bahwa setiap Perguruan Tinggi untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang sifatnya diskriminatif.

“Surat Keputusan (SK) tersebut mengundang kontroversi dan multi tafsir kepada publik. Sehingga SK itu perlu ditinjau kembali,” kata Djemi, Kamis (5/3).

Djemi menilai, bahwa UNG merupakan kampus yang terbuka, dan seharusnya menjunjung tinggi asas bhinneka tunggal ika, di mana kampus yang dijuluki merah maron itu di dalamnya terdapat berbagai agama.

“Kebijakan serta produk yang tengah dikeluarkan Rektor UNG, tidak sedang dan berupaya membawa semangat keagamaan tertentu ke dalam lingkungan kampus akademik dan memastikan layanan terbaik kepada individu dan civitas kampus,” ujarnya.

Selain itu, Djemi meminta kepada pihak Rektor UNG agar senantiasa mewujudkan lima sendi peradaban Gorontalo yang dikenal dengan Istilah Payu Limo To Halu, Lipu Pei Hulalo. ****(RL/READ)