READ.ID – Kenaikan harga kemasan plastik mulai dirasakan pelaku usaha kopi di Kota Gorontalo hingga sampai dengan saat ini, Kamis (09/04/2026).
Salah satunya Arianto Panambang, pedagang kopi di kawasan Pasar Sentral, yang mengaku harus memutar strategi agar usahanya tetap bertahan di tengah lonjakan biaya operasional.
Arianto menjelaskan, kenaikan harga plastik memang tidak terlalu berdampak pada jenis kemasan tertentu. Namun, untuk kebutuhan utama seperti cup kopi, kenaikan harga cukup signifikan dan langsung memengaruhi biaya produksi harian.
Ia mencontohkan, harga cup yang sebelumnya berkisar Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per 25 pcs, kini melonjak menjadi sekitar Rp29 ribu.
Kondisi ini membuat pengeluaran usaha meningkat, sementara penjualan justru cenderung menurun.
Menurut Arianto, situasi tersebut memaksanya untuk berpikir keras agar tetap bisa menutup biaya operasional tanpa harus langsung menaikkan harga jual kopi kepada pelanggan.
“Apalagi plastik kemasan yang kita pakai untuk take away. Karena kan kita jualan kopi ya itu sebenarnya tidak terlaly berpengaruh tapi kalau misalnya plastik yang lain kan itu ada cup. Nah itu berasa dikit,” ungkapnya
Sementara itu, penjual di toko plastik juga membenarkan kenaikan harga ini. Liya, penjual di Toko Plastik Gajah, mengatakan kenaikan terjadi karena bahan baku plastik sedang langka di pabrik.
“Sekarang banyak pabrik itu sudah close order. Mereka nggak buka pre-order, nggak jualan barang, karena stoknya juga kosong,” jelasnya, Rabu (8/4/2026)
Akibatnya, beberapa jenis plastik mulai sulit didapat. Kalau pun ada, harganya sudah jauh lebih mahal dari biasanya.
Jenis yang paling terdampak antara lain cup minuman, plastik PE, dan tas kresek yang sering digunakan pelaku UMKM.
“Kalau tas kresek dan gelas minuman itu sudah naik 70 persen,” tutup Liya.











