Hasil Indeks Kepuasan Masyarkat terhadap Kinerja Pemprov Gorontalo

Kinerja Pemprov Gorontalo

READ.ID – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPEDA) merilis hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Terhadap Kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, Jumat (1/10/2021).

Survei yang bekerjasama dengan Celebes Research Centre itu dilakukan selama bulan September 2021.

Ada 800 responden yang diwawancarai secara tatap muka dengan metode acak atau multistage random sampling secara proporsional di lima kabupaten dan satu kota. Responden berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah pernah menikah. Survei memiliki toleransi kesalahan 3,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei menunjukkan masyarakat puas dengan kinerja delapan program prioritas Pemprov Gorontalo selama ini. Pengukuran dilakukan untuk program kesehatan gratis, pendidikan gratis, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, agama yang lebih semarak, pemerintahan yang lebih melayani, pariwisata dan pelestarian lingkungan.

Di bidang kesehatan, survei menunjukkan ada 78,3 persen warga yang tahu, mendengar, membaca, melihat program kesehatan gratis prima. Dari angka itu, terdapat 81,5 persen mengaku pernah merasakannya.

“Jika ditanya lagi kepada 81,5 persen yang pernah merasakan manfaat program kesehatan maka terdapat 14,7 persen sangat puas dan 82,2 persen mengaku puas. Sisanya sedang, tidak puas, sangat tidak puas dan tidak menjawab atau tidak tau,” kata peneliti CRC Imam Suyuti.

Di bidang pendidikan, terdapat 68,4 persen warga yang tahu, mendengar, membaca, melihat program kesehatan tersebut. Sebanyak 48,3 persen mengaku pernah merasakannya.

“Bidang pendidikan menjadi tantangan tersendiri karena hanya 48,3 persen yang mengaku pernah merasakannya. Ini mungkin juga dampak dari pandemi covid-19 yang sudah berlangsung lama sehingga persepsi publik terhadap program ini tidak berjalan baik,” imbuh Imam Suyuti.

Jika dilihat dari persepsi kepuasan warga di bidang pendidikan, terdapat 20,5 persen yang mempersepsikan sangat puas, 73,9 persen puas dan sisanya sedang hingga tidak tau atau tidak menjawab.

Program ekonomi kerakyatan menempatkan 66,1 persen warga yang mengaku tahu, mendengar, membaca, melihat program tersebut. Sebanyak 56,3 persen pernah merasakannya. Dari angka yang pernah merasakan, 17,1 persen sangat puas dan 71,8 persen lainnya puas.

Persepsi publik tentang pembangunan infrastruktur menjaring 60 persen responden yang mengaku tahu, mendengar, membaca, melihat program tersebut. Sebanyak 78,5 persen pernah merasakannya. Dari angka yang pernah merasakan, terdapat 9 persen sangat puas dan 73,5 persen lainnya puas.

Selain empat program unggulan di periode kepemimpinan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim, survei tersebut juga memotret tingkat kepuasan masyarakat terhadap empat program unggulan lain di periode kedua. Hasilnya cukup menggembirakan.

Terdapat 61,3 persen yang mengaku tahu, mendengar, membaca, melihat program keagamaan yang lebih semarak. Sebanyak 60 persen diantaranya yang mengaku pernah merasakannya. Dari angka yang pernah merasakan ada sekitar 12,2 persen sangat puas dan 84,7 persen lainnya puas.

Berikutnya menyangkut persepsi masyarakat tentang program pariwista, rupanya hanya mendapatkan 41 persen responden yang tahu, mendengar, membaca, melihat program tersebut. Angka itu terbalik dengan pengakuan yang pernah berkunjung ke tempat pariwisata sebanyak 72,6 persen.

Dari 41 persen responden yang tahu program pariwisata terdapat 12,5 persen yang sangat puas dan 74,1 persen yang puas. Sementara untuk tingkat kepuasan kunjungan dan pengembangan destinasi wisata ada 12,2 persen yang sangat puas dan 84,7 persen yang puas.

Selanjutnya program pelestarian lingkungan yang mendapatkan 35 persen yang mengaku tahu, mendengar, membaca, melihat program tersebut. Dari angka yang tahu program mendapati ada 52,9 persen yang merasakan manfaatnya dengan tingkat kepuasan 9,5 persen sangat puas dan 79,7 persen puas.

Terakhir menyangkut pelayanan pemerintahan. Survei ini memotret tingkat kunjungan warga ke kantor kantor pelayanan publik pemerintah. Rerata 90 persen responden menjawab pernah mengunjungi kantor pemerintahan.

Kunjungan ke kantor desa/kelurahan menempati urutan teratas yakni 85,7 persen responden, puskesmas 66,1 persen, kantor kecamatan 17,9 persen, RSUD dan Dinas Dukcapil masing masing 14,6 persen dan 2,9 persen.

Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kesehatan, Pelaksana Penyuluh, Kantor Diskumperindag, Dinas Sosial berada di angka antara 1,8 persen hingga 1,1 persen.