Hingga 2024, Gorontalo Tak Terima Anggaran DAK Fisik Pengembangan Wisata

Wisata Gorontalo
Pulau Soronde, Foto dinas Pariwisata Gorontalo Utara

banner 468x60

READ.ID – Mulai tahun 2022 hingga 2024 mendatang, pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo dipastikan tidak akan menerima anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pengembangan wisata daerah dari Kementerian Pariwisata.

Hal itu diungkapkan kepala dinas Pariwisata Kabupaten Gorontalo Utara, Badar Pakaya saat diwawancarai wartawan Read.id di ruang kerjanya pada Senin (31/5/2021) kemarin.

banner 468x60

Badar Pakaya menjelaskan, berdasarkan penyampaian dari Kementerian Pariwisata, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun anggaran 2022 -2024, DAK fisik hanya difokuskan untuk lima Destinasi Super Prioritas (DSP).

Gorontalo Wisata
Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Gorontalo Utara, Badar Pakaya. (foto Wahyono/Read)

Lima destinasi wisata super prioritas yang menjadi fokus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Likupang (Sulawesi Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Lombok NTB), dan Labuan Bajo (NTT).

“Untuk daerah Gorontalo dan daerah lainnya belum mendapatkan DAK fisik dalam rangka pengembangan wisata di daerah, kecuali lima destinasi wisata prioritas tersebut,” ungkap Badar.

Tetapi untuk dana event wisata atau anggaran non fisik, kata Badar, hanya pemerintah Provinsi Gorontalo dan pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara yang dipastikan mendapat DAK non fisik hingga tahun 2024.

“Jadi dukungan kementerian pariwisata ke Gorontalo itu hanya mendapat rangsangan dana non fisik melalui event yang diberikan kepada pemerintah Provinsi Gorontalo untuk festival Karawo dan pemerintah Gorontalo Utara untuk festival Saronde untuk anggaran tahun ini hingga 2024,” ujarnya.

“Namun kami tetap akan berupaya melobi menteri pariwisata agar tetap mendapatkan DAK fisik, karena banyak peluang wisata khususnya di Gorontalo Utara yang berpotensi untuk meningkatkan perekonomian,” tandas Kadis Pariwasata Badar Pakaya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo tengah fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima destinasi super prioritas Indonesia. Pengembangan di 5 tempat wisata tersebut mencakup infrastruktur, kesiapan sumber daya masyarakat, hingga Calendar of Event (festival). Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mempercepat konstruksi pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas sepanjang 2021.

Menteri Pariwisata Sandiaga Uno menjelaskan, terpilihnya 5 destinasi wisata super prioritas sudah menjadi keputusan yang sudah diambil di level tertinggi, dan mencari destinasi wisata yang berpotensi.

“Ini memang banyak yang menanyakan juga, kenapa sih cuma 5, jadi keputusan yang sudah diambil di level tertinggi, untuk membangun itu kita fokus, cari 5 yang berpotensi, setelah itu kita perluas,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam tayangan IGTV miliknya di akun Instagram @sandiuno, pada Minggu (18/4/2021) lalu.

Sandi mengatakan, ketika 5 destinasi ini sudah berkembang dengan baik dan optimal, maka akan ditambah lagi dengan destinasi lainnya sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Menurutnya, hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan destinasi super prioritas ini adalah bagaimana potensi pariwisatanya dapat mendongkrak waktu tinggal wisatawan serta belanja yang dikeluarkan.

Dengan pengembangan yang baik, Sandi yakin Indonesia menjadi salah satu negara dengan destinasi pariwisata terbaik di Asia Tenggara. Dia juga enggan jika Indonesia masih dibanding-bandingkan dengan negara lain dalam sektor ini.

(Wahyono/Read)

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60