READ.ID – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sukses menggebrak panggung akademik melalui gelaran Seminar Nasional 2025. Bertempat di Auditorium UNG, kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai seminar nasional perdana yang berhasil diselenggarakan oleh HMJ Ilmu Komunikasi di lingkungan FIS UNG.
Ketua Panitia, Nadhira Inayah, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan menghadirkan pemantik langsung dari Ibu Kota merupakan upaya serius untuk memberikan perspektif baru bagi masyarakat Gorontalo.
“Ini adalah Seminar Nasional perdana yang dilaksanakan HMJ Komunikasi di FIS UNG. Kami sengaja mendatangkan pemantik dari Ibu Kota untuk mengangkat isu yang sangat krusial namun sering luput dari perhatian, yakni bagaimana etika di media sosial secara nyata dapat berdampak langsung pada jenjang karir seseorang di masa depan,” ujar Nadhira.
Senada dengan hal tersebut, Ketua HMJ Ilmu Komunikasi UNG, Risky Detuage, menegaskan bahwa pemahaman strategi bermedia digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan di tengah maraknya persoalan komunikasi publik di Indonesia.
Risky juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Ia berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa untuk lebih bijak dalam berinteraksi di ruang siber.
“Kita semua dapat merasakan bagaimana kerja keras teman-teman panitia yang telah mempersiapkan seminar nasional ini sejak beberapa bulan terakhir. Ini adalah bentuk komitmen mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang berkualitas,” ujar Risky.
Risky Detuage juga menyoroti fenomena memprihatinkan terkait merosotnya etika komunikasi di ruang publik, yang ironisnya sering kali dipertontonkan oleh sejumlah pejabat publik di Indonesia. Baginya, fenomena ini harus menjadi refleksi kritis bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk tetap teguh menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan disiplin berkomunikasi.
“Berangkat dari keilmuan komunikasi, kami ingin teman-teman mahasiswa, khususnya di Provinsi Gorontalo, mampu membuka wawasan dan gagasan agar lebih bijak dalam berkomunikasi. Jangan sampai kita terjebak dalam pola komunikasi yang destruktif di era digital,” tegas Risky.
Untuk menjawab tantangan tersebut, seminar ini menghadirkan Farhan, narasumber berskala nasional yang mengupas tuntas keterkaitan antara personal branding, etika komunikasi, dan keamanan karier di jagat maya. Kehadiran pakar dari Ibu Kota ini diharapkan mampu mendobrak batasan berpikir mahasiswa UNG dalam melihat media sosial bukan sekadar tempat berbagi, melainkan aset profesional.











