READ.ID – Pelan namun pasti, Gorontalo Utara mulai menggeser posisinya dari sekadar daerah pesisir menjadi wilayah dengan prospek ekonomi kelautan yang kian diperhitungkan. Salah satu pemicunya adalah komoditas kerang dara yang kini menarik perhatian investor asing untuk dikembangkan hingga menembus pasar ekspor.
Sinyal itu tampak jelas pada hari pertama kerja usai Idulfitri. Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, langsung menerima audiensi investor di ruang kerjanya, Rabu 25/03/2026. Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.
Investor yang datang merupakan perwakilan dari GreenEarth Ventures Indonesia, dipimpin oleh Group CEO, Nadim Ahmed Choudhury. Kehadiran mereka bukan tanpa arah agenda yang dibawa cukup ambisius memperkuat rantai produksi sekaligus membuka akses ekspor kerang dara dari Gorontalo Utara ke pasar global
Perwakilan perusahaan, Novi Antiyadrial, menilai daerah ini memiliki keunggulan yang jarang dimiliki wilayah lain, baik dari segi kualitas maupun ketersediaan komoditas. Ia optimistis kerja sama ini tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal.
Bagi Thariq, momentum ini lebih dari sekadar kunjungan bisnis. Ia melihatnya sebagai penanda bahwa Gorontalo Utara mulai masuk dalam peta ekonomi kelautan yang lebih luas. Apalagi, investor yang datang disebut telah melakukan riset mendalam dan bahkan memulai pengiriman ekspor ke pasar seperti Thailand.
Di tengah situasi efisiensi anggaran, peluang investasi ini menjadi dorongan baru bagi daerah. Pemerintah daerah pun bergerak cepat dengan menyiapkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal kerja sama resmi.
Tak berhenti di level kebijakan, langkah konkret juga disiapkan.
Bupati bersama jajaran berencana turun langsung ke lapangan, memimpin kegiatan penangkapan massal kerang dara sebagai upaya awal memperkuat kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan ekspor.
Menariknya, pengembangan sektor ini tidak hanya bertumpu pada investor. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, termasuk eksportir daerah.
Pendekatan ini menjadi kunci agar manfaat ekonomi tidak terpusat, melainkan menyebar hingga ke masyarakat pesisir.
Dengan potensi laut yang melimpah dan mulai terkelola secara strategis, Gorontalo Utara perlahan menata diri.
Dari wilayah pinggiran, ia kini bergerak menuju pusat baru budidaya dan ekspor kerang dara di Indonesia sebuah langkah yang berpotensi membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya











