Irwanto, Pria Lulusan SMK Asal Palu Jadi Pengusaha Celana Jeanskin

Pengusaha Celana Palu

READ.ID – Irwanto (27 tahun), seorang pria lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Kota Palu, Sulawesi Tengah, kini menjadi pengusaha celana jeanskin.

Saat ditemui Read.id pada Selasa (23/2/2021), Lelaki kelahiran tahun 1994 ini membuka usaha jahit celana sejak Februari 2019.

Irwanto diketahui seorang lulusan SMK (STM) dengan mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

Ia menceritakan, awal dirinya membuka usaha ini karena saat itu Irwanto pernah membeli celana, tapi tidak sesuai dengan ukurannya.

“Saya itu beli celana tidak ada pas dengan ukuranku. Jadi saya harus kecilkan lagi. Nah makanya saya buka ini usaha,” ungkap Irwanto.

Hasil Produksi Celana Jeanskin yang dibuat Irwanto di Kota Palu

Dengan modal kurang lebih Rp 100 Juta, Ayah satu anak ini membuka pertama kali usahanya di Jalan Sedap Malam, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur.

“Alatku awalnya itu baru satu-satu semuanya. Mulai dari mesin jahit dan alat lainnya,” ujarnya.

Jalan setahun, lelaki dengan sapaan Iwan itu memutuskan pindah di Jalan DR Suharso, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, pada Maret 2020.

“Kita pindah ke tempat yang lebih luas. Mulai dari tempat parkir, dan ruang produksi yang lebih besar,” ucapnya.

Saat ini dirinya telah mempunyai 4 karyawan dan dalam sehari dapat menerima 10 orderan.

“Tapi saat pandemi, orderan turun. Paling sehari 5 saja,” kata Iwan.

Iwan menamai tempat usahanya dengan sebutan Jeanskin. Harga yang ditawarkan untuk satu celana panjang berkisar antara Rp 200 Ribu hingga Rp 230 Ribu.

Dalam sebulan, pengusaha celana Jeanskin di Palu ini mampu meraup omset hingga Rp 30 Juta. Namun disaat pandemi, omset malah menurun hingga 50 persen.

“Kalo pandemi begini, tidak capai di angka 30 Juta omsetnya kita,” tuturnya.

Ia juga memberikan garansi setiap menggunakan jasa dari JeanSkin.

“Garansi kami itu pokoknya sampai pas dengan ukuran yang diminta konsumen. Kalo belum pas, kita perbaikin bahkan sampai dibuat kembali. Pokoknya sampe pas dengan permintaan konsumen,” tambahnya.

(RS)