READ.ID – Di tengah kekhawatiran nasional terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada pengurangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan sikap tegas sekaligus menenangkan bagi para tenaga P3K di Kota Gorontalo.
Pernyataan tersebut muncul menyusul kabar dari pemerintah pusat yang meminta sejumlah daerah melakukan penghematan belanja pegawai sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran.
Situasi global yang tidak menentu, termasuk dampak konflik internasional yang memicu tekanan ekonomi, turut menjadi latar belakang kebijakan tersebut. Kondisi ini membuat banyak tenaga PPPK diliputi rasa cemas terhadap keberlanjutan status kerja mereka.
Namun, saat diwawancarai, Wali Kota Adhan menyampaikan komitmennya dengan penuh keyakinan.
“Insyaallah, kalau teman-teman rajin cari PAD, insyaallah tidak akan berimbas dan tidak akan terpengaruh itu. Insyaallah akan saya pertahankan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tetap berupaya menjaga stabilitas tenaga kerja, khususnya PPPK, di tengah tekanan kebijakan dari pusat.
Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen, khususnya para “pejuang PAD” atau mereka yang berkontribusi dalam peningkatan pendapatan, sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan fiskal daerah.
Menurutnya, kemandirian daerah dalam mengoptimalkan PAD menjadi kunci agar kebijakan efisiensi tidak berdampak langsung terhadap tenaga kerja, termasuk PPPK yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan publik.
Dengan komitmen tersebut, diharapkan para tenaga PPPK di Kota Gorontalo tetap dapat bekerja dengan tenang dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.











