Jelang Idulfitri 1447 H, Persiapan Pawai Takbiran dan Obor di Kota Gorontalo Kian Matang

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Pemerintah Kota Gorontalo terus mematangkan persiapan pawai takbiran dan obor yang akan dilaksanakan pada malam lebaran nanti.

Hal itu bisa dilihat dari pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) bersama Polresta Gorontalo pada Selasa (17/3/2026) di lantai II Polres Kota Gorontalo.

Rapat tersebut dihadiri Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid, Kapolresta Kombes Pol. Suryono, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Hermanto Saleh, Kasatpol PP Marwan Saleh, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Rapat membahas secara detail penentuan rute pawai, dengan fokus utama pada aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Pasalnya, pawai takbiran tidak hanya melibatkan peserta berjalan kaki dengan obor, tetapi juga kendaraan hias.

Dalam pembahasan, disepakati bahwa rute pejalan kaki tidak diperpanjang hingga Bundaran Saronde.

Hal ini untuk menghindari potensi risiko, terutama karena rombongan obor dikhawatirkan berbahaya jika melintas di dekat SPBU.

Sebagai langkah antisipasi, rute diputuskan hanya sampai di kawasan Darul Arqam.

Selain itu, potensi kemacetan juga menjadi perhatian serius.

Mengingat kondisi Kota Gorontalo yang semakin padat, terutama saat malam takbiran, sejumlah titik rawan seperti Jalan Agus Salim, kawasan UNG, RSUD, hingga jalur menuju pusat perbelanjaan turut menjadi fokus pembahasan.

Pihak kepolisian mengakui keterbatasan personel lalu lintas, sehingga diperlukan dukungan dari Dishub dan Satpol PP untuk bersama-sama melakukan pengaturan di lapangan.

Sementara itu, untuk pawai kendaraan, jumlah peserta juga akan dibatasi. Disepakati hanya sekitar 30 hingga 40 kendaraan yang diperbolehkan ikut serta, tanpa tambahan rombongan liar.

Di sisi lain, kegiatan pawai takbiran tetap dilaksanakan di sembilan kecamatan, namun dengan pengaturan yang lebih matang.

Mulai dari titik start hingga finis telah dirancang agar tidak terjadi penumpukan massa di satu lokasi.

“Mulai dari titik start hingga finish sudah dirancang agar tidak menumpuk di satu titik,” ujar Kepala Dishub, Hermanto.

Dengan berbagai pengaturan tersebut, diharapkan pawai takbiran tetap berlangsung meriah, namun tetap aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di jalan.

Baca berita kami lainnya di