READ.ID – Menjelang malam pasang lampu atau tradisi Tumbilotohe, para pedagang mulai menjajakan lampu botol di sejumlah titik di Kota Gorontalo. Namun, hingga sepekan terakhir, penjualan lampu botol masih terbilang sepi pembeli.
Lampu botol biasanya dipasang oleh masyarakat Gorontalo saat malam perayaan Tumbilotohe, hal itu menjadi tradisi masyarakat menjelang Idulfitri sekaligus penanda bahwa bulan Ramadan akan segera berakhir.
Salah satu pedagang lampu botol, Jemis Rais, mengaku mulai berjualan di kawasan Kompleks Sentral Kota Gorontalo sejak sekitar satu minggu terakhir.
Meski sudah mulai dijual, Jemis mengatakan jumlah pembeli masih belum banyak.
“Sudah ada satu minggu, masih sepi,” ungkapnya usai diwawancarai, Sabtu (14/03/2026).
Ia memperkirakan jumlah lampu botol yang terjual selama sepekan terakhir belum mencapai 20 buah.
Jemis menjual lampu botol dengan harga yang cukup terjangkau. Lampu botol biasa dijual dengan harga sekitar Rp5.000 per buah.
Selain itu, sumbu lampu dijual seharga Rp8.000. Sementara lampu botol yang dilengkapi penutup dijual dengan harga sekitar Rp10.000.
Untuk membuat lampu botol tersebut, Jemis membeli botol dari orang lain. Setelah itu, ia memasang sendiri sumbu lampu sebelum dijual kepada pembeli.











