Jembatan Vital Soginti Belum Diperbaiki, Bupati Pohuwato Instruksikan Langkah Darurat

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Jembatan penghubung di Desa Soginti, Kecamatan Paguat, mendapat perhatian serius dari Bupati Pohuwato, , saat melakukan peninjauan langsung pada Senin (13/04/2026).

Diketahui, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi masyarakat Desa Soginti dan Desa Popaya, Kecamatan Paguat. Bahkan, jembatan ini juga digunakan oleh sebagian warga Kecamatan Dengilo untuk menuju Kecamatan Paguat maupun pusat pemerintahan di Kecamatan Marisa. Namun, jembatan tersebut ambruk pada awal Januari 2025 akibat banjir yang melanda wilayah itu.

Sejak mengalami kerusakan, jembatan belum mendapatkan perbaikan permanen. Sebagai langkah darurat, pemerintah bersama masyarakat setempat membangun jembatan sementara menggunakan alas papan agar tetap dapat dilalui.

Namun demikian, kondisi jembatan darurat saat ini dinilai sangat memprihatinkan. Di bagian ujung utara, sejumlah papan sudah berlubang dan lapuk, sementara struktur penyangga di bagian bawah juga mulai mengkhawatirkan. Meski dalam kondisi tersebut, jembatan tetap digunakan oleh warga sebagai akses utama.

Menanggapi hal itu, Bupati Saipul meminta perhatian semua pihak untuk segera melakukan penanganan. Ia lalu menginstruksikan Dinas Perhubungan agar memperbaiki salah satu penerangan di sekitar jembatan guna meningkatkan keamanan, terutama pada malam hari. Selain itu, pemerintah desa diminta untuk memasang pagar pengaman guna meminimalisir risiko kecelakaan.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kami minta agar ada langkah cepat, baik dari sisi penerangan maupun pengamanan di lokasi jembatan,”ungkapnya

Sebagai solusi sementara, Saipul juga mengupayakan perbaikan darurat dengan mengganti papan-papan yang telah rusak sambil menunggu material kayu yang baru tersedia.

“Alhamdulillah ada warga yang berinisiatif membantu memandu pengendara agar terhindar dari lubang. Kami juga mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari ketika pemandu tidak berada di lokasi,”tuturnya

Sementara itu, Kadis PUPR, Risdiyanto Mokodompit, menjelaskan karena jembatan ini kewenangan kabupaten, maka pemerintah akan berusaha untuk melakukan upaya pengsulan ke Kementerian PU, mengingat fiskal daerah sangat rendah sehingga belum bisa dianggarkan melalau DAU.

“Sesungguhnya daerah sudah melakukan DED tahun 2025 sehingga sudah ada estimasi anggaran bangunan jembatan sebesar Rp5.6 miliar,”pungkasnya

Baca berita kami lainnya di