READ.ID – Di tengah keterbatasan anggaran dan kondisi fiskal yang menghadapi berbagai tantangan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus berupaya mengambil langkah strategis untuk memaksimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Upaya tersebut terlihat saat Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, menerima audiensi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo, Sanco Simanullang, di Gorontalo Utara, Rabu 07/10/2026.
Pertemuan tersebut membahas optimalisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja.
“Memang kita sedang menghadapi kondisi yang tidak mudah. Tetapi kalau kita lihat, target ini sebenarnya masih relatif kecil. Karena itu, kita akan maksimalkan bagaimana ASN, PNS maupun PPPK, dapat ikut meningkatkan capaian kepesertaan kita,” ujar Nurjanah.
Ia mengatakan, pemerintah daerah akan melakukan koordinasi lebih lanjut bersama Bupati Gorontalo Utara dan jajaran perangkat daerah untuk menyusun langkah konkret dalam meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Nurjanah juga berencana turun langsung ke sejumlah perangkat daerah untuk mengidentifikasi kendala yang selama ini menghambat optimalisasi kepesertaan.
“Ke depan saya bersama jajaran terkait akan mengunjungi dinas-dinas untuk melihat langsung apa kendalanya, kemudian kita rangkum dan kita carikan solusinya. Pemahaman mereka juga harus kita tingkatkan, karena ini pada dasarnya memberikan keuntungan dan perlindungan bagi masyarakat maupun pekerja,” jelasnya.
Menurut Nurjanah, pemahaman aparatur menjadi salah satu hal penting dalam meningkatkan kepesertaan. Karena itu, informasi mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan perlu disampaikan secara jelas kepada ASN dan pekerja agar tidak menimbulkan keraguan.
“Biasanya orang membutuhkan bukti. Tetapi bukti dan manfaatnya sudah ada. Karena itu, kita perlu menyampaikan dan menjelaskan dengan baik kepada mereka,” tambahnya.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, termasuk tingkat kehadiran dan pemahaman aparatur dalam mengikuti agenda sosialisasi maupun koordinasi. Untuk itu, sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dinilai penting agar target kepesertaan dapat dicapai secara bertahap.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi kedua pihak dalam memperluas cakupan kepesertaan sekaligus meningkatkan pemahaman ASN dan masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.











