Kapal Tenggelam, Sembilan Penumpang Asal Gorontalo Belum Ditemukan

READ.ID – Badan Nasional Pertolongan dan Pencarian atau Basarnas Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), saat ini masih terus mencari sembilan penumpang asal Gorontalo, setelah Kapal Layar Motor (KLM) Garuda Jaya yang mereka naiki mengalami kebocoran di perairan antara Banggai Sulteng dan Taliabu Maluku Utara.

Komandan Pos Rescue Luwuk Basarnas Palu, Nur Al Kautsar menjelaskan, 9 orang penumpang tersebut ingin pergi ke Taliabu Gela untuk bekerja dengan menumpang KLM Garuda Jaya.

“Kita dapat Informasi mereka pekerja kebun cengkeh berasal dari Gorontalo yang menumpang di kapal Garuda Jaya menuju Taliabu Gela,” Kata Nur Al Kautsar saat dihubungi Read.id lewat telpon seluler, Senin (26/8).

Dia mengungkapkan, para penumpang asal Gorontalo itu berdasarkan laporan informasi dari korban 5 orang yang selamat saat kapal mulai tenggelam.

“Identitas nama-nama korban yang belum ditemukan itu kita belum tahu. namun menurut keterangan korban yang selamat mereka semua berasal dari Gorontalo. Jadi sampai saat ini identitas para korban yang hilang belum tahu,” Tuturnya.

Pihak Basarnas juga mengakui, belum ada yang melapor dari pihak keluarga korban yang saat ini belum ditemukan.

“Kita masih akan terus cari tahu siapa korban yang belum ditemukan dan kami berharap ada pihak keluarga korban yang melapor, Pinta Al Kautsar.

Berdasarkan Informasi dari Basarnas Palu , KLM Garuda Jaya mengangkut 14 orang termasuk anak buah kapal dan nahkoda. Kapal yang biasa digunakan untuk memuat barang tersebut, berlayar dari pelabuhan dari pelabuhan Lalong Luwuk Kabupaten Banggai Sulteng dengan tujuan Tikong Taliabu, Maluku Utara, Kamis (22/8).

Pada Jumat (23/8) sekitar pukul 23.00 Wita, tiba-tiba kapal mengalami kebocoran pada bagian lumbung kapal yang kecelakaannya pada titik kordinat 1°37’46.36″S – 124°18’55.29″T, sekitar 100 Nm dari pelabuhan Luwuk. Para penumpang sempat menyelamatkan diri menggunakan pelampung dan perahu sampan milik kapal tersebut. namun adanya ombak yang tinggi saat itu, membuat mereka terpisah berkelompok.

“Lima orang yang selamat sempat menggunakan perahu sampan. Kemudian mereka ditemukan kapal nelayan saat itu melintas dan korban pun langsung dievakuasi di pulau Sonit. Tim Basarnas menemukan mereka yang selamat pada sabtu, (25/8),” Tambah Nur Al Kautsar.

Nama lima korban yang selamat adalah nahkoda kapal Ali Sadi (36), Kasman (62) Ali Kois(39), La Bobi (36) dan Ali Tama(34). Semuanya merupakan warga Desa Todoli, Kecamatan Lede, Kabupaten Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Walaupun kondisi gelombang di laut mencapai 2 meter, Hingga Saat ini tim gabungan dari Basarnas, polisi dan pihak TNI angkatan laut masih berupaya untuk mencari para korban lainnya di antara perairan Banggai dan Taliabu.