Kapolda Gorontalo: Tak Ada Kompromi Bagi Anggota Polri Terlibat Narkoba

Gorontalo Polri Narkoba
Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Adnas menegaskan, tidak ada kompromi atau jalan damai bagi anggota Polri terlibat narkoba. Penegasan itu disampaikan kapolda saat melakukan kunjungan kerja di Polres Boalemo, Senin (9/3).

banner 468x60

READ.ID – Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Adnas menegaskan, tidak ada kompromi atau jalan damai bagi anggota Polri terlibat narkoba. Penegasan itu disampaikan kapolda saat melakukan kunjungan kerja di Polres Boalemo, Senin (9/3).

Brigjen Pol Adnas mengingatkan kepada anggotanya agar tidak terlibat dalam dunia narkoba, kalau pun ada akan di tindak tegas.

banner 468x60

“Saya tegaskan, bahwa tidak ada kompromi bagi anggota Polri yang terlibat Narkoba, baik sebagai pengguna apalagi menjadi pengedar. Saya akan tindak tegas,” ujarnya saat memberikan arahan kepada para personel Polres Boalemo.

Kapolda juga menghimbau kepada seluruh personil agar bijak menggunakan media sosial, dan juga waspada terhadap akun yang menyebarkan berita radikalisme.

Jangan sampai ada anggota Polri yang justru terpengaruh dengan paham-paham radikal, dan anti pancasila yang sengaja disebarkan melalui media sosial

“Saya juga mengingatkan agar hati-hati dalam menggunakan media sosial, jangan mudah memposting hal-hal yang justru akan berdampak merugikan baik terhadap diri sendiri ataupun institusi, dan selalu waspada dengan akun-akun yang menyebarkan paham-paham radikal,”ujar Adnas.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono mengatakan, kegiatan kunjungan kapolda merupakan agenda untuk mengenalkan lebih dekat terhadap seluruh wilaya hukum Polda Gorontalo.

“Kunjungan kerja ini sudah merupakan agenda Kapolda Gorontalo, guna mengenal lebih dekat seluruh wilayah hukum Polda Gorontalo beserta seluruh problematikanya, yang pada hari ini diawali kunjungan kerja di Polres Boalemo.

Selain itu kunker ini kata Wahyu, Kapolda juga memanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan para Forkopimda dan tokoh masyarakat yang ada ditingkat Kabupaten/Kota. Hal ini bertujuan sebagai implementasi program prioritas Kapolri untuk pemantapan sinergi polisional dengan pemerintah daerah. (Jeff/RL/Read)

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60