Kombinasi Statistika dan Sains Data Oleh Muhammad Firdaus

Statistika dan Sains Data

READ.ID – Sudah jadi pengetahuan awam kalau lulusan IPB banyak yang sukses, memegang posisi atas di instansi pemerintah, BUMN dan swasta, berbagai lembaga riset dan NGO.

Salah satu dugaan yang paling kuat, dengan kompetensi keilmuan yang terkait dengan makhluk hidup, mahasiswa IPB sejak tahun awal dibekali dengan berbagai mata kuliah sains dan kuantitatif seperti Pengantar Matematika, Kalkulus dan Metode Statistika.

banner 468x60

Ini memberikan landasan logika berfikir yang kuat sehingga dimanapun mereka berkiprah, dengan latar belakang sains yang berbeda-beda dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

Pengunaan metode kuantitatif yang mewarnai perkuliahan dan metodologi riset yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen di IPB tentu tidak terlepas dari jasa Prof Andi Hakim Nasoetion, Guru Statistika di Indonesia.

Tidak terhitung alumni dari program studi ini yang sudah membuktikan kepiawaiannya saat berkarir di berbagai institusi. Menjadi akademisi dan pimlinan di universitas negeri dan swasta ternama tersebar di seluruh daerah Indonesia.

Berkiprah sebagai peneliti sekaligus memegang manajemen puncak di lembaga riset ternama di UI, LIPI dan berbagai perusahaan multinasional. Memimpin di berbagai kementerian dan lembaga.

Tidak sedikit yang menjadi dosen di luar negeri di Australia, AS, ASEAN bahkan salah satu alumni menjadi profesor dan penulis buku pegangan Statistika di Eropa (In All Likelihood), bidang biometrika, meneruskan kepakaran Prof AHN.

Sampai saat ini program studi Statistika masih terkategori paling favorit di IPB. Baru saja saya mengajar di tingkat pertama, menemukan mahasiswa “cerdas” dengan kemampuan Bahasa Inggris yang “excellent”, adalah lulusan salah satu SMA terbaik di Jakarta, yang memang mengambil IPB sebagai pilihan pertama karena keberadaan program studi Statistika.

Saat ini menghadapi dunia VUCA dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka sudah sepatutnya pola pembelajaran yang lebih “heutagogik” diadopsi oleh perguruan tinggi.

Pada kurun waktu lalu, terdapat tradisi perkuliahan di IPB, dimana mahasiswa dapat mengambil minimal 5 mata kuliah di luar program studinya (sebagai minor), yang diharapkan memperkuat kompetensi keilmuan pokok.

Sebagai contoh lazimnya mahasiswa di program studi Statistika mengambil mikroekonomi, makroekonomi, ekonomi regional atau di tempat lain seperti hama dan penyakit tanaman, perikanan dsb. Bekal dasar akan diperoleh untuk nanti langsung bekerja atau melanjutkan studi menjadi econometrician atau biometrician.

Generasi milenial saat ini tentunya dengan sangat mudah mengakses informasi kompetensi apa yang akan sangat dibutuhkan dunia kerja dekade-dekade ke depan. “Big data analytics” merupakan salah satu karir terbaik.

Di berbagai negara seperti Australia, India, Inggris dll. gaji untuk profesional ini terus meningkat seiring dengan permintaan dari berbagai perusahaan dan instansi nirlaba yang terus bertumbuh secara eksponensial. Ditambah lagi dengan keadaan data yang semakin banyak “unstructured and semistructured”.

Persaingan bisnis yang semakin ketat, penuh risiko dan ketidakpastian mendorong perusahaan-perusahaan harus semakin inovatif dalam mengatur strategi pemasaran dan kebijakan lainnya.

IPB di tahun ini, sejalan dengan konstruksi kurikulum-K2020, baru saja membuka program studi baru yaitu Statistika dan Sains Data.

Tentunya dengan pengalaman menghasilkan lulusan yang mumpuni selama ini, maka adaptasi terhadap lingkungan eksternal IPB yang sangat dinamis, mengkombinasikan keilmuan statistika dan sains data adalah langkah yang sangat tepat.

Tradisi lampau yaitu sistem mayor minor perlu di”relaksasi” agar lebih fleksibel, dimana mahasiswa dengan “academic core courses” Statistika dan Sains Data dapat mengambil ” enrichment courses” di luar program studi yang relatif lebih “aplikatif” seperti ilmu ekonomi, manajemen, bisnis, dan bidang pertanian dalam arti luas.

Tugas utama perguruan tinggi adalah menghasilkan lulusan untuk menjawab tantangan agar dapat beradaptasi terus dengan lingkungan global dan domestik yang terus berubah.

Oleh Muhammad Firdaus – Peminat ilmu terapan Statistika dalam Ekonomi

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60