READ.ID – Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, membawa hasil positif bagi Gorontalo Utara. Pasalnya, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,8 miliar untuk mendukung berbagai program dan pekerjaan di daerah tersebut.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menuturkan bahwa dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri mendengarkan langsung aspirasi masyarakat serta meninjau secara langsung berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.
“Tadi Pak Wamen mendengarkan langsung sejumlah persoalan infrastruktur yang menjadi perhatian utama masyarakat, di antaranya kondisi jalan dan jembatan menuju Dusun Nanati di Papualangi, jembatan Potanga Biau, serta akses jalan tani di kawasan transmigrasi Motihelumo. Aspirasi tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti guna meningkatkan aksesibilitas dan aktivitas ekonomi warga,” ujar Thariq, Rabu 09/04/2026.
Selain itu, Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, turut memaparkan program unggulan daerah dalam mendukung ketahanan pangan melalui gerakan G2-10 Plus, yang mencakup bantuan dua ekor kambing, 10 ekor ayam, serta pengembangan usaha sapi bagi masyarakat.
“Kami pemerintah daerah sedang mendorong gerakan dua ekor kambing, 10 ekor ayam plus usaha sapi (G2-10 Plus) untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Semoga kunjungan ini membawa keberkahan dan mampu mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam program transmigrasi.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berani mengambil langkah besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik di daerah ini. Transmigrasi bukan hanya memindahkan penduduk, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih layak, sejahtera, dan berkeadilan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi sosial antara warga transmigrasi dan masyarakat lokal agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.
“Kami berharap kawasan transmigrasi dapat menyatu dengan penduduk setempat. Tidak boleh ada masalah sosial, karena tujuan utama program ini adalah menciptakan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.











