Leaders Institute dan FAMM Indonesia Gelar FGD Matangkan Riset Tambang di Bone Bolango

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID –  Lembaga Riset Hukum dan Gender (Leaders Institute) bekerja sama dengan FAMM Indonesia akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari rangkaian penelitian berjudul “Mitigasi Risiko dalam Perspektif Ecofeminisme terhadap Masuknya Tambang di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo”.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di HungryPedia, Jalan Nani Wartabone Nomor 209, Kota Gorontalo.FGD tersebut merupakan tahapan lanjutan dalam proses pengumpulan dan pendalaman data penelitian.

Sebelumnya, tim peneliti telah melakukan pengumpulan data awal melalui diskusi kampung dengan turun langsung ke desa-desa yang terdampak aktivitas pertambangan di Kabupaten Bone Bolango. Temuan awal tersebut kemudian akan diperkaya dan diverifikasi melalui forum diskusi kelompok terfokus ini.

Sementara itu, Ramansyah, S.Sos., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo yang tergabung dalam tim peneliti, menekankan pentingnya FGD sebagai ruang produksi pengetahuan berbasis pengalaman warga terdampak.

Menurutnya, pendekatan ecofeminisme tidak hanya membaca dampak tambang dari sisi ekologis, tetapi juga mengungkap bagaimana relasi kuasa, praktik komunikasi, serta marginalisasi suara perempuan berlangsung di tingkat komunitas.“FGD ini penting untuk memastikan bahwa suara perempuan dan masyarakat lokal tidak sekadar menjadi data, tetapi menjadi dasar dalam merumuskan strategi mitigasi risiko dan rekomendasi kebijakan yang berpihak pada keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan,” kata Ramansyah.

Pendekatan ecofeminisme digunakan dalam riset ini untuk melihat keterkaitan antara kerusakan lingkungan, ketimpangan gender, dan relasi kuasa yang muncul dalam aktivitas pertambangan. Dengan kerangka tersebut, FGD diharapkan mampu menggali realitas sosial yang lebih komprehensif serta menghasilkan rekomendasi berbasis pengalaman masyarakat terdampak.

Kegiatan FGD akan berlangsung mulai pukul 10.10 hingga 14.00 WITA. Hasil diskusi ini nantinya akan menjadi bagian penting dalam penyusunan laporan penelitian, sekaligus diharapkan dapat berkontribusi pada perumusan kebijakan yang lebih adil, berkelanjutan, dan sensitif terhadap perspektif gender dan lingkungan di Provinsi Gorontalo.

Baca berita kami lainnya di